_
Home / Pemilu / Ramadhan Pohan Apresiasi Netralitas Kepolisian Dalam Pilkada
WOL Photo

Ramadhan Pohan Apresiasi Netralitas Kepolisian Dalam Pilkada

MEDAN, WOL – Calon Wali Kota Medan Ramadhan Pohan mengapresiasi sikap kepolisian yang tetap menjaga netralitas dalam proses Pilkada Medan 2015 yang sedang berlangsung.

Hal itu dikatakan Ramadhan saat menerima kunjungan Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto bersama jajarannya di Posko Pemenangan Ramadhan Pohan di Jalan Darusalam, Selasa (1/9).

“Netralitas di kepolisian harus tetap dijaga, terlebih jumlah keluarga polisi juga banyak. Sangat bagus komitmen Kapolresta Medan yang menjunjung tinggi netralitas di Pilkada Medan,” ujar Ramadhan yang maju dalam Pilkada Medan dengan nomor urut 2 itu.

Tampak, saat menerima kunjungan itu, Ramadhan Pohan didampingi sejumlah pengurus partai politik dan tim pemenangan, diantaranya pengurus partai Demokrat antara lain Sekretaris DPC Bangun Tampubolon, Bendahara DPC Herri Zulkarnain, Wakil Ketua DPC Burhanuddin Sitepu dan sejumlah tokoh lainnya.

Sebelumnya, dalam silaturahmi itu, Kapolresta Mardiaz mengatakan harapannya, agar terjalin kerjasama yang baik dalam mengamankan Pilkada Kota Medan tahun 2015. Kerjasama yang baik itu dengan terjalinnya komunikasi dua arah antara pihaknya dengan para pasangan calon dan tim pemenangan.

“Tujuan kesini untuk silahturahmi. Sehingga ke depan informasi bisa dua arah,” ujar Mardiaz

Dikatakan Kapolresta, dirinya memastikan jajarannya akan mengedepankan netralitas dan tidak akan berpihak. “Untuk pilkada, sudah pasti kami  menjunjung tinggi netralitas,” sambungnya.

Begitupun, Kapolres Mardiaz juga memastikan bahwa personil yang berada di bawah kendalinya akan terus menjalin komunikasi ke kantor-kantor partai politik maupun ke posko pemenangan. Itu dilakukan agar komunikasi dua arah yang diharapkan itu terjalin dengan baik.

“Anggota tetap lakukan patroli dekat rumah Calon Wali Kota. Walaupun netral anggota jangan sampai gamang. Bukan karena netral sehingga anggota tidak berkomunikasi dengan calon Wali Kota,” tandasnya.

Mardiaz menuturkan, dirinya sempat ditanyai oleh ibu-ibu Bhayangkari soal calon wali kota mana yang akan dipilih. Mardiaz mengaku tidak memberikan arahan dan mengembalikan pilihan kepada masing-masing individu.

“Kepolisian juga kantung suara yang banyak. Polisi tidak bisa memilih tapi polisi memiliki keluarga yang memiliki hak pilih, maka dari itu kami tetap menjaga netralitas,” urainya.

Sementara itu, terkait adanya laporan terkait penghilangan maupun pengrusakan baliho dan spanduk calon Wali Kota, Mardiaz berjanji akan meningkatkan patroli. Tak hanya itu, Mardiaz juga akan menerapkan pemantauan menggunakan CCTV dengan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Medan.

“Memang secara material tidak terlalu mahal. Tapi ini marwah, untuk mengamankan tim sukses bisa kordiniasi dengan warga setempat. Kami akan kordinasi dengan KPU dan Panwas. Kalau sudah tergelar baliho dan spanduk. Nanti personel yang patroli malam hari juga perhatikan juga baliho calon wali kota.
Saya akan tanya CCTV, masih menunggu persetujuan dari Dishub untuk menyambungkan ke polresta,” pungkasnya. (wol/mrz/data1)

Check Also

Wanwir Femina Wadah Wanita Indonesia Kembangkan Wirausaha

MEDAN, Waspada.co.id – Berkomitmen mendukung para wirausaha wanita di Indonesia, Femina terus menggalakkan program Wanita ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.