Home / Pemilu / Pemilu Bukan soal Menang Kalah, Tapi Harus Jadi Momentum Peradaban Demokrasi
Diskusi Peta Konflik dan Ancaman Delegitimasi Pemilu 2019 (Foto: Ist)

Pemilu Bukan soal Menang Kalah, Tapi Harus Jadi Momentum Peradaban Demokrasi

agregasi

 

JAKARTA – Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 bakal digelar pada 17 April 2019. Pesta demokrasi tersebut diharapkan bisa menjadi momentum bagi peradaban demokrasi di Indonesia, terutama bagi yang berkontestasi, bahwa pemilu bukan hanya soal menang atau kalah.

“Pemilu harus dipahami sebagai komitmen kita kepada demokrasi, hukum dan etika kebangsaan,” ujar Sekretaris Jenderal Mata Rakyat (Mara) Bayu Adi Permana dalam diskusi di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Menurut Bayu, untuk menciptakan peradaban demokrasi harus diiringi penyelenggara pemilu yang bisa menyelesaikan persoalan terkait pemilu, mulai dari data pemilih yang tidak akurat, munculnya warga negara asing ke dalam daftar pemilih tetap (DPT). Kemudian, minimnya kepercayaan publik kepada penyelenggara hingga menyangkut netralitas.

“Persoalan-persoalan itu jika tidak segera dibenahi akan menjadi bom waktu bagi legitimasi pemilu,” katanya.

Pemilu 2019, kata Bayu, harus menjadi pembuktian komitmen kebangsaan bersama dengan menjauhi isu-isu saling menyerang dan menempatkan masing-masing pihak dalam titik ekstrem. Untuk meningkatkan kualitas demokrasi, kata dia, masyarakat harus ikut mengawal.

“Maka perlu kiranya masyarakat berperan aktif dalam memantau setiap tahapan pemilu dan mengawasi kinerja penyelenggara pemilu secara konstruktif,” ujarnya.

Check Also

PAN Ingin Wakil Ketua DPR Perempuan

JAKARTA, Waspada.co.id – Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan, angkat bicara soal pergantian Wakil ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: