_
Home / Pemilu / Gerindra Sumut Prioritaskan Kader Yang Bermanfaat di Pilkada 2020
Gerindra Sumut menggelar Rakornis Pilkada Serentak 23 Kab/Kota 2020, di Hotel Danau Toba, Sabtu (12/10). (Ist)

Gerindra Sumut Prioritaskan Kader Yang Bermanfaat di Pilkada 2020

MEDAN, Waspada.co.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sumut menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pilkada serentak tahun 2020 di 23 kab/kota di Hotel Danau Toba, Sabtu (12/10). Proses pendaftaran calon kepala daerah akan dibuka serentak dijadwalkan 16 Oktober, ditutup 31 Oktober.

Ketua DPD Gerindra Sumut, Gus Irawan Pasaribu di hadapan para kader mengatakan Rakornis ini digelar dengan tujuan memberi penguatan dan masukan kepada kader Gerindra baik di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC), DPD, mau pun para anggota dewan terpilih terkait persiapan pelaksanaan Pilkada tahun depan.

Hadir dalam kesempatan itu Bendahara Gerindra Sumut Kamsir Aritonang, Sekretaris Gerindra Sumut Robert L Tobing, serta Ketua Desk Pilkada 2020 Dedi Arfan yang juga Wakil Ketua I.

Gus Irawan mengatakan, tetap mendorong agar kader-kader Gerindra percaya diri maju di Pilkada, sekaligus membuka peluang ke publik dan masyarakat luas yang berniat untuk maju di Pilkada. “Saya kira kita harus sepakat bahwa dalam pemilihan kepala daerah ini, kader kita utamakan dengan syarat memberi manfaat kepada partai,” katanya.

Hal itu juga terkait evaluasinya kepada beberapa wilayah di Sumut dalam Pilkada periode sebelumnya. “Banyak sekali kader Gerindra yang terpilih menjadi kepala daerah tapi kemudian tidak memberi manfaat ke partai. Malah jadi musuhan kita setelahnya,” kata dia.

Gus Irawan memberi contoh Humbahas. “Ini dulu bupati yang kita usung menang dan wakil bupatinya adalah wakil ketua DPC. Tapi dalam Pileg lalu di sana kursi kita yang awalnya 5 kursi sekarang jadi dua. Wakil bupatinya adalah Gerindra tapi faktanya dari lima kursi dulu sekarang tinggal dua. Apa manfaatnya buat partai,” jelas dia.

Begitupula di Sibolga yang dulunya diusung Gerindra, sekarang malah jadi ‘musuh’. “Malah kalau di Sibolga itu saya kira Gerindra memang mau dibunuh. Masuk ke Tobasa malah lebih gawat lagi,” tuturnya. Dalam kesempatan itu Gus Irawan memang mengevaluasi semua daerah pemilihan di Sumut.

Gus Irawan Pasaribu mengatakan tidak lagi begitu bangga jika dalam Pilkada Gerindra disebut menang 60 persen atau 70 persen. “Kita menangnya banyak, tapi manfaatnya nol. Untuk apa. Kita mau gagah-gagahan menang atau memberi manfaat untuk partai,” tanyanya.

“Manfaat…,” jawab peserta Rakornis. “Kalau pribadi saya pilih manfaat. Dan Gerindra Sumut pun akan memilih yang memberi manfaat untuk partai ini ke depan,” jelasnya.

适适

“Jadi kita pilih kader diusung di Pilkada yang memberi manfaat. Kalau kalah sekalipun namun jika struktur partai serta konsolidasi berjalan lebih solid, kita harus pilih itu. Daripada menang tapi kita ditinggal. Yang ada nanti malah sakit hati,” ungkapnya. Dalam kesempatan Rakornis kemarin, Gus Irawan mengatakan mengutamakan kader sendiri. (wol/min/data1)
Editor: Agus Utama

Check Also

Gerindra Diisukan Gabung Jokowi, PAN Tegaskan Tetap di Luar Pemerintah

JAKARTA, Waspada.co.id – Anggota Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad Wibowo menegaskan PAN akan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.