Home / Pemilu / Gerakan #2019GantiPresiden Disebut untuk Ganti Sistem Pemerintahan
Deklarasi #2019gantipresiden di Surabaya dibubarkan. (Foto: Syaiful Islam/Okezone)

Gerakan #2019GantiPresiden Disebut untuk Ganti Sistem Pemerintahan

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Gerakan #2019GantiPresiden dinilai sebagai konvergensi kepentingan pihak-pihak yang ada di Indonesia. Apapun topeng yang dipakai, tidak mampu menutup DNA dan tujuan akhir dari gerakan tersebut.

“Yaitu mengganti sistem pemerintahan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengan sistem kekhilafahan,” kata Alto Luger‎, pengamat keamanan Timur Tengah ‎, dalam keterangannya, Minggu (9/9/2018).

Dilanjutkannya, ada beberapa elemen yang memiliki kepentingan bersama di dalam gerakan ini, walaupun mereka sendiri belum tentu saling mendukung. Kelompok pertama adalah elemen terorisme, yang memberikan angin kepada sel-sel teroris aktif yang ada di Indonesia.

Mereka mungkin saja tidak ikut berdemonstrasi bersama secara publik. “Tapi mereka memanfaatkan situasi anarki yang terjadi ini untuk rekrutmen sekaligus pembenaran keberadaan gerakan mereka,” kata Alto.

Kelompok kedua, elemen Daulah Islamiyah, seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). HTI punya 3 tahapan dalam mendirikan khilafah, yang mereka bungkus dalam istilah “Revolusi Damai Islam”. Yakni penguatan kader (marhalah al-tathqif).

Relawan #2019gantipresiden

Kedua, tahapan interaksi (marhalah tafa’ul ma’a al-naas) dengan infiltrasi ke militer, polisi, institusi politik tertinggi dan lembaga-lembaga pemerintahan lainnya.

“Di tahap ini, melakukan agitasi antara mereka untuk melakukan revolusi dengan menciptakan konflik antara pendukung dan penolak ide Khilafah,” imbuhnya.

Tahap ketiga, ketika momentum sudah tercapai, maka revolusi atau istislam al-hukmi dilakukan, dimana pemerintahan yang sah dijatuhkan. Kelompok ketiga yang terlibat Gerakan 2019GantiPresiden adalah elemen politikus oportunis, yang ingin berkuasa akan tetapi tidak mendapat tempat dalam pemerintahan yang sedang berjalan.

“Mereka bukan oposisi, akan tetapi mereka hanya ingin berkuasa dengan cara apapun,” ujarnya.

Kelompok keempat adalah elemen kapitalis, yang hanya ingin mendapatkan keuntungan finansial dari kekacauan yang terjadi. Bagi mereka, kata Alto, apapun sistem pemerintahan yang dipakai, yang penting adalah mereka mengumpulkan kekayaan yang sebanyak-banyaknya.

Bersatunya keempat kepentingan itu dalam gerakan #2019GantiPresiden menjadi berbahaya karena tujuannya yang jelas dan sama. Karena konvergensi kepentingan ini, maka mereka akan berusaha mati-matian untuk menciptakan instabilitas di negara ini.

“Bagi kelompok di atas, semakin susah rakyat, semakin takut rakyat, semakin tidak stabil situasi politik dan keamanan di negara maka semakin dekat mereka dengan tujuan mereka untuk mengganti sistem,” tandas Alto Luger.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: