_
Home / Medan / ZKS: Semoga Disdukcapil Lebih Siap, Sigap dan Profesional
WOL Photo

ZKS: Semoga Disdukcapil Lebih Siap, Sigap dan Profesional

MEDAN, Waspada.co.id – Gagalnya event Pemko Medan melalui Disdukcapil pada saat pengurusan KK, Akte Lahir dan KIA (Kartu Identitas Anak) di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (27/7) lalu dikarenakan kericuhan yang terjadi akibat protes warga terkait pengelolaan cara kerja pelaksana, sangat disayangkan.

Diketahui, Sosialisasi Pengurusan KIA di Pameran Inovasi dan Investasi Sumut di Lapangan Merdeka Medan, Kamis-Minggu (25-28/7) lalu, menciptakan kesan ketidakprofesionalan Disdukcapil melayani antusiasme warga mengurus dokumen administrasi negara.

WOL Photo

Hal ini pun mengundang komentar dari Bakal Calon Wali Kota Medan dari jalur independen, Zulfikar K Siregar, yang turut memberikan tanggapannya. “Saya hadir di sana, Sabtu (27/7) pukul 07.45 WIB, sedangkan jadwal loket buka pukul 10.00 WIB. Terlihat sudah banyak warga yang hadir namun tidak ada antrean, semua berdiri dan ada yang duduk menyebar di sekitar stand Disdukcapil,” ujarnya, kepada Waspada Online, Rabu (31/7).

“Saya berfikir jika begini caranya pastilah saat loket dibuka nanti bisa kacau karena semua akan berebut sementara sudah tidak tahu lagi siapa yang lebih dulu datang. Saya putuskan untuk meninggalkan lokasi dengan niat ba’da Zuhur akan kembali. Ketka saya tiba pukul 13.30 WIB, ternyata stand sudah tutup dan suasana stand berantakan. Saya dapat info kalau terjadi kerusuhan dan warga protes atas cara tata kelola pengurusan, terutama sistem antrean,” ungkapnya.

Namun, Alumni Fakultas Teknik Sipil USU yang bernama lengkap Zulfikar Khaidirsyah Siregar ini mengaku kagum dan salut atas kesiapan warga Medan mematuhi aturan untuk melengkapi dokumen kependudukan seperti KTP, KK, Akte Lahir dan KIA. “Warga patuh, rela menunggu dan antre di bawah terik matahari. Warga benar-benar siap untuk menjalankan peraturan. Namun sepertinya pelaksana-lah yang terlihat belum siap untuk itu, ini sangat disayangkan,” katanya lagi.

Baca Juga: Hari Terakhir Stand Disdukcapil, Warga Diminta Urus di Kecamatan

“Sebaiknya untuk event yang melibatkan warga dan berbentuk kepengurusan dokumen, pasti akan ada antrean. Pihak pelaksana dalam hal ini Pemko Medan sudah harus menerapkan cara yang lebih profesional terutama dalam me-manage antrean tersebut. Misalnya penerapan FIFO (First In First Out), yang mana orang yang datang lebih awal pasti akan dilayani lebih awal,” jelasnya.

Dikatakan lagi, jika loket buka jam 10.00 WIB, setidaknya jam 09.00 sudah ada panitia yang membagikan nomor antrean kepada warga yang sudah hadir di lokasi, sehingga warga yang sudah dapat nomor antrean dapat menunggu sambil duduk di bawah tenda yang disediakan tanpa harus berdiri antri di bawah terika matahari.

“Tinggal tunggu nomor-nya di panggil. Lebih mantap lagi selain FIFO tadi juga diterapkan specific line, di mana antrean mengurus KK, Akte dan KIA dipisahkan, sehingga yang mengurus KIA akan antre di nomor antrian KIA saja, jangan bercampur baur dengan yang ngurus KK dan Akte,” tutupnya.

Zulfikar berharap semoga Pemko Medan khususnya Disdukcapil ke depan bisa lebih siap, sigap dan lebih profesional. (wol/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

Warga Kelurahan Teladan Barat Belum Ikut Program KIA

MEDAN, Waspada.co.id – Kementerian Dalam Negeri meluncurkan Program Kartu Identitas Anak (KIA). Namun informasi itu ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.