_
Home / Medan / ZKS Bertekad Terangi Jalanan Kota Medan Tanpa Bebani PLN
(Ist)

ZKS Bertekad Terangi Jalanan Kota Medan Tanpa Bebani PLN

Waspada.co.id – Pemadaman listrik PLN masih terjadi di Provinsi Sumatera Utara khususnya Kota Medan. Bahkan warga Medan sudah terbiasa dengan adanya pemadaman listrik bergilir. Lain halnya dengan di pulau Jawa di mana pemadaman massal yang terjadi beberapa hari lalu sangat menggegerkan jagad nusantara.

Untuk skala ibukota negara saja hal tersebut (pemadaman) bisa terjadi, bagaimana lagi dengan daerah lain di luar Jakarta terutama di luar pulau Jawa? Bahkan Presiden Republik Indonesia sudah turun langsung ke kantor Pusat PLN untuk meminta penjelasan dari para petinggi PLN.

Terkait hal itu, Bakal Calon Wali Kota Medan dari Jalur Perseorangan (Independen) – Ir. H. Zulfikar K.Siregar turut menyampaikan pandangannya, bersinggungan dengan program kerja dan visi misi yang diperkenalkannya kepada publik, salah satunya ‘Kota Medan Akan Terang Benderang Malam Hari Tanpa Membebani PLN.’ Berikut petikan wawancawanya bersama Waspada Online, Jumat (9/8);

Bagaimana pandangan Bapak mengenai pemadaman listrik yang terjadi di Jabodetabek, bila mengaitkan hal ini dengan kondisi Kota Medan?
Apapun ceritanya padamnya listrik akan berdampak kepada kehidupan manusia. Khususnya kota besar, padamnya listrik akan membuat suasana kota jadi gelap gulita. Tingkat kejahatan jalanan akan semakin meningkat.

Itulah sebabnya kenapa saya menempatkan program untuk menjadikan Kota Medan terang benderang malam hari tanpa listrik PLN menjadi salah satu program unggulan saya, di samping program Medan bebas macet tanpa lampu merah. Kita tidak ingin penerangan kota bergantung mutlak pada PLN yang saat ini juga masih terbatas kemampuan supply dayanya.

Seperti apa misalnya?
Bukankah kita bisa mendapatkan energi listrik selain dari PLN? Misalnya dengan memanfaatkan tenaga surya ataupun dengan teknologi olahan sampah menjadi energi listrik.

Saya tidak akan menggunakan system paket set lampu tenaga surya karena mubazir, sudah sering terjadi pencurian atas panel surya dan perangkat batere dari tiangnya. Yang saya akan terapkan adalah system kelistrikan lampu-lampu jalan dengan menggunakan transformasi power tenaga batere (DC = Direct Current) menjadi tenaga listrik (AC = Alternating Current). Saya menyebut alat tersebut dengan nama “Soluter”, singkatan dari Solusi Terang.

Bagaimana kerja alat Soluter itu?
Alat Soluter ini dapat merubah daya baterai 12 Volt menjadi 220 Volt, mirip dengan prinsip kerja UPS dan Power Inverter namun rangkaian soluter ini kami tingkatkan menjadi lebih maksimal dan stabil. Saya sudah merancang bahkan menggunakannya di rumah saya tetapi masih dengan kapasitas output 500 Watt dan daya tahan 5 jam, namun saya sudah melakukan observasi untuk meningkatkan kemampuan Soluter menjadi output 30 ribu Watt dengan daya tahan 10 jam.

Untuk charging baterai bisa dilakukan siang hari dengan teknologi solar panel maupun listrik tenaga olahan sampah. Dengan daya 30 ribu watt kita bisa menerangi jalanan di satu kelurahan selama 10 jam, dari jam 19.00 WIB sampai 05.00 WIB.

Sedangkan dari jam 06.00 WIB sampai jam 17.00 WIB kita lakukan charging/pengisian baterai dengan tenaga surya. Demikian berputar seterusnya.

Bagaimana pula hasil yang diharapkan?
Harapan saya nantinya, jika di setiap kelurahan memiliki satu area untuk perangkat soluter lengkap dengan charger-nya (Soluter Power Station) maka untuk menjadikan jalanan di kota Medan terang benderang malam hari tanpa membebani listrik PLN adalah satu hal yang bukan mustahil. (wol/ags)

Editor: Agus Utama

Check Also

Listrik Jabodetabek Padam, Kemarahan Jokowi Harus Diikuti Tindakan Tegas

JAKARTA, Waspada.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur keras PLN karena insiden listrik padam massal ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.