Home / Medan / Warga Medan Butuh Rumah Berbiaya Rendah
Sekretaris Fraksi PPP DPRD Medan, Irsal Fikri. (WOL Photo/M. rizki)

Warga Medan Butuh Rumah Berbiaya Rendah

MEDAN, WOL – Sekretaris Fraksi PPP DPRD Medan, Irsal Fikri, mendukung langkah Prumnas untuk mengadakan hunian vertikal di Kota Medan. Mengingat setiap tahun jumlah penduduk di Kota Medan terus bertambah dan kondisi itu belum termasuk serangan urbanisasi yang selalu ada pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Di Medan Utara dan Medan Selatan masih ada lahan milik Pemko Medan. Belum lagi lahan milik Pemko Medan yang sudah habis masa kontraknya dikelola pihak ketiga. Yang sulit itu di seputar kawasan inti kota. Dengan kata lain, pihak terkait ini harus melakukan pendataan terlebih dahulu yang bekerja sama dengan Dinas Perkim dan Penataan Ruang, Disdukcapil dan sebagainya,” ungkap Irsal Fikri, Selasa (23/1).

Irsal meminta Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, peka terhadap kebutuhan masyarakatnya terkhusus soal pengadaan hunian yang layak. Sebab, ketersediaan rumah juga termasuk kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh setiap kepala keluarga.

“Saat ini, banyak masyarakat yang bekerja di Kota Medan tetapi memilih bertempat tinggal di luar Kota Medan. Kenapa? Karena sulitnya mencari harga rumah yang sesuai dengan pendapat per bulan yang mereka miliki,” ujarnya.

Ditambahkan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil harus memiliki data akurat menyangkut berapa sebenarnya jumlah penduduk Kota Medan. Dan data tersebut harus terus diupadte. Agar, ketika muncul program nasional seperti penyediaan rumah murah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Pemko Medan dapat mendistribusikan kepada yang berhak.

“Sepertinya sudah bisa Pemko Medan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Disdukcapil, Dinas Perkim dan Penataan Ruang, Badan Pusat Statistik Kota Medan dan Dinas Sosial melakukan survei soal ini. Jadi pada anggaran tahun 2019 bisa diajukan ke pemerintah pusat dan menjadi perhatian masuk dalam pembahasan APBN,” imbuhnya.

“Soal berapa harga yang akan ditetapkan per unitnya, dapat mengacu pada hasil survei itu. Saya yakin, warga yang ber-KTP Medan akan senang mendengar informasi ini,” pungkasnya.

Pada berita sebelumnya, Manager Pemasaran Perumnas Sentraland Sukaramai, Hari Raharjo, siap mendukung Pemko Medan dalam mendorong tingkat perekonomian masyarakatnya melalui penyediaan rumah vertikal. Hanya saja mereka terbentur soal minimnya ketersediaan lahan.

Lahan yang ada selama ini, lebih cenderung diperuntukkan untuk sektor pertanian bukan pemukiman.

“Ketersediaan lahan sangat dijaga untuk lahan pertanian dan tidak semua dijadikan pemukiman. Karena pertumbuhan penduduk di perkotaan yang tinggi, maka kebutuhan akan hunian juga tinggi,” ungkapnya.

Hari menambahkan, jika lahan pertanian tidak ada, maka tidak ada sumber pangan yang bisa diberikan ke masyarakat. Tentunya, hal ini akan menyebabkan krisis lahan.

“Harganya juga mahal. Jadi, malah beban baru di masyarakat. Seperti untuk membeli beras saja nanti harganya mahal. Itu salah satu dampak krisis lahan. Semua jadi hunian. Maka, sumber pangan kita juga tidak ada. Jika pun ada, harus dikirim dari luar kota ataupun import dari luar,” pungkasnya.(wol/mrz)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Proyek LRT di Medan Butuh Investasi Rp12,33 Triliun

MEDAN, Waspada.co.id – Kepala Bappeda Kota Medan, Wiriya Alrahman, mengaku masih terus menyusun progress proyek Light Rail ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: