_
Home / Medan / Warga Ancam Bacok Anggota TNI Saat Tertibkan Asrama Widuri
WOL Photo/Ega ibra

Warga Ancam Bacok Anggota TNI Saat Tertibkan Asrama Widuri

MEDAN, WOL – Anggota TNI tertibkan penghuni Asrama Widuri di Jalan Bajak II Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas, Selasa (5/1).

Pihak TNI menargetkan untuk menertibkan enam kepala keluarga. Dalam proses penertiban itu, sempat terjadi keributan antara penghuni rumah dan anggota TNI yang berupaya untuk mengeluarkan barang-barang penghuni rumah. “Maju kalian, biar kubacoki kalian,” sebut ibu-ibu penghuni rumah sambil memegang balok dan parang.

Namun karena para penghuni rumah kalah jumlah, anggota TNI akhirnya bisa menyebar masuk dan mengangkut isi rumah yang kemudian dievakuasi ke tanah lapang.

“Apanya kalian ini apa tidak kalian lindungi rakyat kalian, enggak kalian ingat perjuangan orang tua kami semasa menjadi anggota TNI,” sebut warga lain yang berupaya turut menghalangi petugas.

Joko Sudarto (36), penghuni salah satu rumah yang ditertibkan mengaku, jika masyarakat yang bermukim di Asrama Widuri telah melayangkan gugatan kasasi ke Mahkamah Agung sejak 25 Juni 2015 lalu, namun hingga kini belum ada putusan.

“Mereka ini sudah melanggar hukum, kami sudah layangkan gugatan ke Kasasi dari Juni tahun lalu, tapi sampai sekarang belum ada putusannya, itupun sudah langsung main gusur orang ini,” sebut Joko.

Bahkan Mariana (54), seorang ibu rumah tangga yang turut berupaya menghalangi petugas saat penertiban sempat jatuh pingsan. Penertiban itu juga sempat diwarnai aksi saling tarik-tarikan.

Menanggapi penggusuran ini, Kapendam Kolonel Enoh Solehudin menyebutkan jika rumah tersebut disediakan untuk dihuni para anggota TNI yang masih aktif. Hal itulah yang memaksa mereka melakukan penggusuran.

“Itukan disediakan kepada para anggota yang aktif. Sementara ada beberapa rumah yang dihuni oleh orang yang tidak berhak, maka dari itu kita tertibkan setelah sebelumnya kita buat pendekatan dan juga surat peringatan,” sebut Enoh.

Enoh juga menjelaskan jika di Asrama itu masih terdapat 44 kepala keluarga yang dihuni oleh orang yang tidak berhak.

“Ada sekitar 44 KK lagi yang nantinya akan kita tertibkan, tetapi kita surati dulu. Soalnya rumah itu hanya dapat dihuni oleh prajurit yang masih aktif,” tambah Enoh.(wol/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Mengenal Dirut Bank Sumut Baru, Ini Sederet Prestasi Budi Utomo

MEDAN, Waspada.co.id – Hari ini, Jumat (23/8) Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.