Home / Medan / Wanita bercadar jual tetangga jadi PSK
Ilustrasi

Wanita bercadar jual tetangga jadi PSK

MEDAN, WOL – Kasus penjualan anak di bawah umur kembali terjadi dan dijadikan sebagai pekerja seks komersial (PSK). Modus pelaku mengiming-imingi korbannya dengan pekerjaan pekerja cafe di Daerah Simalungun dengan gaji yang sangat menggiurkan.

Hal ini dialami inisial DR (16) warga Datuk Kabu/ Pasar 3 gang Sultan, Tembung, dijual tetangganya sendiri kepada pria hidung belang. Kejadian tersebut terungkap setelah orang tua korban, Andre (40) merasa curiga terhadap Siti.

Informasi yang diperoleh dari tetangga korban, Hendri (27) peristiwa itu berawal ketika pertemuan DR dengan Siti (pelaku) hanya berjarak sekitar 5 (lima) hari yang lalu. Saat itu pelaku datang ke rumah korban dengan memakai cadar. Di sini korban diimingi kerja di sebuah cafe yang berada di Bukti Maraja (BM), Nagori Mariah Bukit, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun dengan gaji yang sangat tinggi dan membuat DR menjadi tergiur.

“DR bertemu dengan pelaku (Siti) sekitar 5 hari yang lalu. Saat itu pelaku datang ke rumah korban dengan menggunakan cadar, korban diimingi kerja di sebuah cafe yang berada di Bukti Maraja dengan gaji yang sangat tinggi dan menggiurkan,” ungkap Hendri.

Setelah pertemuan DR dengan pelaku, tiba-tiba saja warga mendapat kabar bahwa DR sudah seminggu hilang. “Korban sudah seminggu hilang dari rumahnya dan hingga sampai saat ini DR belum juga ditemukan. Warga menduga korban telah dijual pelaku untuk dijadikan sebagai PSK,” ujarnya sembari mengatakan tidak begitu mengenal pelaku karena sibuk kerja sebagai penarik beca motor (betor).

“Jujur kami sangat syok begitu mengetahui korban dijadikan PSK. Dan kami selaku warga berharap, baik pelaku maupun mucikarinya segera dihukum berat,” tegasnya, saat ditemui di SPKT Polresta Medan, hari ini.

Tidak sampai di situ, hilangnya korban selama seminggu lamanya membuat keluarga korban merasa risau dan mencoba dan mencari korban kemana-mana, namun korban yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) tetap saja tidak kunjung ditemukan.

Hendri menjelaskan, gerak-gerik pelaku yang baru ngontrak rumah di Jalan Datuk Kabu/ Pasar 5 Tembung ini sudah mulai tercium oleh warga, karena tiba-tiba saja Siti (pelaku) berserta anaknya menghilang dari kontrakannya.

Tidak putus asa, akhirnya, orang tua korban dibantu oleh warga melakukan penjebakan terhadap pelaku dengan meminta Kiki (17) dan Indah (15) warga Jalan Datuk Kabu Gang Sultan menelpon pelaku dengan alasan hendak mencari pekerjaan. Setelah ditelepon dengan segala bujuk rayu dan akhirnya pelakupun datang ke Medan untuk menjemput Kiki dan Indah.

“Mereka kami jebak dengan menelpon para pelaku untuk datang ke Medan dengan alasan bahwasanya ada orang yang ingin bekerja sama mereka dan selanjutnya para pelaku pun datang ke Medan,” sebut Hendri kembali.

Jebakan itu pun membuahkan hasil, kemudian mereka bertemu di jembatan Sungai Denai yang berada di Jalan Denai, Kecamatan Medan Denai. Setelah bertemu dengan para pelaku, kemudian keluarga korban introgasi para pelaku ketika itu datang dengan menaiki taksi.

“Pertamanya pelaku tidak mau mengakui perbuatannya, membuat warga menjadi marah dan menghajar para pelaku. Takut jadi amuk warga yang lebih parah lagi, kemudian keluarga korban membawa para pelaku ke posko Pemuda Pancasila yang tidak jauh dari jembatan tersebut, di situ mereka kembali diintrogasi dan akhirnya mereka mengakui perbuatannya,” paparnya sembari mengatakan sebelumnya mereka telah berhasil menangkap 2 orang dari empat pelaku dari Daerah Kota Siantar yang bernama Beti dan Sri.

Sebelumnya mereka juga telah mencuri sepeda motor milik Nurhaidah Lubis dari dalam rumahnya, “pada tanggal 20 Desember tahun 2013 lalu mereka juga pernah mencuri sepeda motor Honda Vario BK 3059 ATT dari dalam rumah, yang mencuri sepeda motor saya itu Beti sama Sri,” ujar Nurhaidah Lubis (53) pemilik sepeda motor yang telah dicuri itu dengan wajah yang terlihat kusut.

Karena itu keluraga korban berharap polisi menjatuhkan hukuman berat kepada para pelaku yang telah menjual anak gadisnya itu menjadi PSK. Serta mengungkap sindikat perdagangan anak di bawah umur.

Dirinya meminta, kasus itu diproses karena diyakini Siti (pelaku) diduga terlibat sebagai pelaku sindikat perdagangan manusia (trafficking) kepada mucikari. Dan kasus ini masih ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Medan. (wol/lihavez/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Hari Keenam Pencarian KM Sinar Bangun, Ini Langkah Basarnas

SIMALUNGUN, Waspada.co.id – Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI M Syaugi, terus memimpin ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: