Home / Medan / Viral, Wanita diduga Paksa 2 Oknum Polisi Terima Uang
WOL Photo/Lihavez

Viral, Wanita diduga Paksa 2 Oknum Polisi Terima Uang

MEDAN, Waspada.co.id – Seorang wanita berinisial RT diduga memaksa 2 oknum Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Percut Seituan untuk menerima uang usai membuat laporan terkait dugaan pengrusakan pagar rumah dan penganiayaan.

Hal itu terlihat jelas dari rekaman video yang diunggah RT di akun medsos hingga viral.

Informasi yang diperoleh, Senin (17/9), sebelum video tersebut beredar luas, RT menyambangi Polsek Percut Seituan untuk membuat laporan terkait kasus dugaan pengrusakan pagar rumah milik marga Sirait yang diterima oleh Aiptu DB dan Bripka MS.

Usai membuat laporan, terlihat di rekaman video RT berulang-ulang kali mendesak sambil menawarkan biaya pembuatan laporan kepada kedua oknum polisi tersebut. Karena terus dipaksa, akhirnya seorang oknum petugas mengatakan dengan berbahasa Batak Toba.

Selanjutnya RT yang diduga sudah merencanakan untuk merekam kejadian itu dengan kamera ponselnya, langsung meletakkan uang Rp10 ribu dua lembar dan diletakkan di atas meja batu. Selanjutnya Bripka MS langsung mengambil uang tersebut dan mengembalikan kepada wanita tersebut. Namun RT justru meninggalkan ruang SPK.

Kemudian kedua oknum polisi beserta istrinya berusaha melakukan mediasi dengan mendatangi rumah RT di kawasan Kecamatan Medan Tembung, sekaligus meminta maaf atas kejadian yang terjadi sebelumnya. Kedua pihak akhirnya menyetujui tidak melanjutkan permasalahan tersebut, dan kedua oknum itu memohon supaya rekaman video dihapus.

Beberapa hari kemudian RT kembali menyambangi Polsek Percut Seituan menemui kedua oknum polisi tersebut menanyakan proses laporan yang dibuatnya. Merasa kasusnya tak di proses, RT memviralkan video kedua oknum polisi ya diduga menerima suap.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, melalui Kasi Propam Kompol M Arifin, mengatakan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap kedua oknum polisi yang bertugas di SPK Polsek Percut Seituan itu.

“Kalau memang dalam pemeriksaan terbukti bersalah, maka akan kita lakukan tindakan tegas,” ujarnya.

Sementara Itu Aiptu DB tidak mengakui bahwa ia melakukan pemerasan. Justru RT yang memaksanya untuk diberikan uang.

“Bisa dilihat di rekaman video itu, RT yang memaksakan untuk memberikan uang kepada kami. Kami siap diperiksa kalau memang bersalah. Sekali lagi kami tak ada melakukan pemerasan, dan saya berani bersumpah,” pungkasnya. (wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Tanjungbalai Siaga 1 Pasca Penangkapan 2 Terduga Teroris

TANJUNGBALAI,Waspada.co.id – Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai, mengatakan saat ini Kota Tanjungbalai dalam siaga satu pasca ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: