_
Home / Medan / Usia Produktif Rentan Tertular HIV, Ini Penyebabnya
WOL Photo/M Rizki

Usia Produktif Rentan Tertular HIV, Ini Penyebabnya

MEDAN, Waspada.co.id – Dinas Kesehatan Kota Medan mencatat, usia produktif sangat rentan terhadap penularan virus HIV. Di mana berdasarkan jumlah orang yang dites HIV berdasarkan kelompok usia dan kelompok risiko per Juli 2016 hingga Juni 2017 di Kota Medan, usia 15 – 24 tahun lebih mendominasi temuan mereka.

Pengelola Program HIV/AIDS Dinas Kesehatan Medan, Imelda SKM, mengatakan ada 5 kelompok berisiko untuk menelurakan HIV. Yang pertama Lelaki Suka dengan Lelaki (LSL), pelanggan, pengguna narkoba suntik (penasun), risiko tinggi (risti) lainnya, waria dan wanita pekerja seks (WPS).

“Dari kelima kelompok tersebut, LSL usia 20-24 tahun 413 kasus dan usia 15 – 19 tahun 115 kasus. Kemudian Risti usia 20-24 tahun 97 kasus dan usia 15-19 tahun 27 kasus. Disusul WPS usia 20-24 tahun 79 kasus dan usia 15-19 tahun 27 kasus. Selanjutnya waria usia 20-24 tahun 50 kasus dan usia 15-19 tahun 11 kasus. Sementara pelanggan usia 20-24 tahun 39 kasus dan usia 15-19 tahun 7 kasus. Terakhir, penasun 1 kasus,” paparnya di sela-sela pelatihan media dan CSO pemberitaan positif bagi ODHA di Hotel Ibis, Kamis (20/6).

Emelda sapaan akrabnya, mengakui bahwa kalau pihaknya juga memiliki tantangan dalam menekan pertumbuhan HIV/AIDS di Kota Medan. Pemerintah secara menyeluruh, sebutnya, kurang mendukung program Lolipop, masih ada pihak sekolah yang menolak menjalankan kurikulum kesehatan reproduksi pada sekolahnya, dan masih ada kepala puskesmas yang menolak pelaksanaan program PKPR dengan alasan infrastruktur puskesmas yang tidak mendukung.

“Tantangan berikutnya yakni komunitas atau masyarakat. Di mana masih tingginya stigma dan diskriminasi di masyarakat sehingga remaja yang merasa berisiko enggan untuk mengakses layanan,” bebernya.

Tantangan yang terakhir adalah remaja sebagai populasi kunci. Remaja yang tidak masuk dalam komunitas sulit untuk dijangkau oleh penjangkau. Dengan tidak adanya lagi lokalisasi mengakibatkan penjangkau sulit untuk mengajak remaja populasi kunci untuk melakukan tes.

“Sulitnya mendapatkan persetujuan untuk tes HIV dari orang tua remaja yang beresiko, juga bagian dari tantangan yang dihadapi. Oleh karena HIV/AIDS ini sudah ada peraturan daerahnya, Perda 1/2012 tentang Pencegahan Dan Penanggulangan HIV Dan AIDS dan Perwal 10/2012 tentang Pelaksanaan perda terkait, kami menyarankan digelarnya rapat rutin triwulan antara Dinas Kesehatan, KPA Kota dan LSM terkait dan melaksanakan MoU yang sudah disepakati antara Dinas Kesehatan dengan Dinas Pendidikan,” pungkasnya. (wol/mrz/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

Percaya Tidak Melihat Pria Tampan Bisa Membantu kesehatan Otak?

Waspada.co.id – Melihat wajah pria tampan dan wanita cantik ternyata bermanfaat untuk menstimulus dan kesehatan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.