Home / Medan / Urbanisasi Problema di Kota Medan
WOL Photo

Urbanisasi Problema di Kota Medan

MEDAN, WOL – Kota-kota besar menjadi surga bagi para pendatang baru atau sering disebut kaum urban, untuk dijadikan tempat baru mencari peruntungan nasib. Meningkatnya jumlah penduduk tak hanya dialami kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya, Medan juga masuk dalam deretan surga para pendatang.

Selaku ibukota Provinsi Sumatera Utara, Medan terus berbenah agar dapat mengimbangi tumbuh kembangnya kota-kota besar lainnya. Dari sisi infrastruktur, Medan mengalami kemajuan. Sebab, di sejumlah titik sudah dibangun jembatan layang (fly over). Tidak hanya itu, jalur under pass pun akan dibangun oleh Pemko Medan.

Namun sayang, pembangunan tersebut belum didukung oleh pendataan kependudukan yang akurat. Sebab, setiap libur lebaran tiba, dipastikan jumlah penduduk di Kota Medan akan bertambah.

Salah seorang warga, Riki, mengatakan, sekarang ini sulit untuk mencari peluang kerja bagi masyarakat Kota Medan. Minimnya peluang kerja berbanding terbalik dengan pertumbuhan penduduk Kota Medan.

“Tiap libur lebaran usai, jumlah penduduk Medan pasti bertambah. Karena mereka yang mudik itu pasti kembali membawa sanak family-nya untuk mengadu nasib di kota besar. Sementara peluang kerja sedikit. Akhirnya, banyak pendatang gagal fokus dan berujung pada melakukan aktifitas di jalanan seperti pedagang asongan, ngamen, ngemis dan lainnya,” ungkapnya, Kamis (21/7).

Ditambahkan, mengatasi urbanisasi tidak hanya tanggung jawab pemerintah kota, melainkan pemerintah daerah asal kaum urban tersebut. Membuka lapangan pekerjaan atau memberikan dorongan kepada maayarakat untuk dapat mengolah sumber daya alam yang ada di daerah, juga salah satu solusi untuk mencegah urbanisasi secara masiv.

“Bicara sumber daya alam di daerah yang ada di Provinsi Sumut, masih banyak yang belum terkelola dengan baik. Pemerintah daerah harus bisa memanfaatkannya. Agar tidak terjadi penumpukan di Kota Medan. Sementara di Medan sendiri, masih banyak warganya yang menganggur karena minimnya peluang kerja. Ujung-ujungnya apa, ya bisa mengarah ke tindakan kriminal. Karena Kota Medan dianggap menjanjikan masa depan,” ujarnya.

Lebih lanjut ditambahkannya, banyak persoalan yang belum terselesaikan di Kota Medan. Ia mencontohkan, lalulintas di kota ini semakin ramai. Pertumbuhan kendaraan tidak dibarengi dengan ketersediaan jalan. “Akibatnya apa, macet. Lihatlah pada jam-jam tertentu. Udah macam di Jakarta Kota Medan ini,” pungkasnya.

Sementara itu, pertanyaan apakah sudah dilakukannya pendataan jumlah penduduk pasca libur lebaran oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) melalui telefon selular dan pesan singkat kepada SKPD yang membidangi adminstrasi kependudukan Kota Medan, Kepala Disdukcapil yang di pimpin OK Zulfi urung membalasnya. Nomor yang dituju seolah-olah mampu menolak otomatis jika nomor yang masuk tidak terdaftar di handphone mantan Sekretaris DPRD Medan ini.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

XL Youth Leadership Camp Wadah Pelajar Kembangkan Potensi Diri

MEDAN, Waspada.co.id – Dorong pendidikan, XL Youth Leadership Camp 2018 wadahi para pelajar di Medan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: