_
Home / Medan / TKD: Jokowi-Amin Kuasai Suara di Tapanuli Bagian Utara
WOL Photo

TKD: Jokowi-Amin Kuasai Suara di Tapanuli Bagian Utara

MEDAN, Waspada.co.id – Juru Bicara Tim Kampanye Daerah (TKD) Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan, mengaku berdasarkan quick count, perolehan suara Paslon 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, sangat rendah di wilayah Tapanuli Bagian Selatan meliputi Kabupaten Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, dan Kota Padangsidempuan.

Paslon ini hanya mendapat suara di bawah 30 persen, sangat jauh dibandingkan wilayah Tapanuli Bagian Utara meliputi Kabupaten Tapanuli Utara, Toba Samaosir, Samosir, dan Humbang Hasundutan yang mendapat suara di atas 92 persen.

“Rendahnya perolehan suara tersebut menjadi tanggung jawab TKD dan partai- partai pengusung dan pendukung yang tidak bekerja optimal. Berbagai tuduhan, fitnah, hoax yang dialamatkan kepada Paslon 01 tidak dilawan dengan strategi yang mumpuni. Akibatnya pihak lawan menjadi leluasa untuk menggarap suara, tanpa perlawanan yang berarti,” akunya, Kamis (25/4).

Meskipun demikian, Sutrino mengungkapkan pihaknya tidak akan menyalahkan pihak manapun, termasuk rakyat.

“Kami pun menyampaikan terimakasih atas seluruh dukungan, dan suara yang telah diberikan untuk Paslon 01. Kami juga memastikan, tidak akan ada boikot dalam hal apapun. Kami akan tetap makan salak, holat, seluruh masakan khas Angkola, Mandailing,” ungkapnya.

Sutrisno menuturkan, sesuai dengan komitmen awal kami, Paslon 01 menang, maka Provinsi Sumatera Tenggara akan terwujud. Sebab, diyakini bahwa langkah ini akan mempercepat pembangunan di wilayah Tapanuli Bagian Selatan.

Menurutnya, jarak yang sangat jauh dengan waktu tempuh sekitar 10-12 jam melalui perjalanan darat ke Medan sebagai ibukota Provinsi Sumatera Utara, menjadi salah satu pertimbangan pemekaran ini. Berbagai persyaratan formal, teknis rencana pemekaran ini sudah sangat siap.

“Pemekaran ini kami yakini sebagai solusi terbaik untuk pemerataan pembangunan. APBD Provinsi Sumatera Utara diyakini tidak akan mampu menyelesaikan persoalan yang menjadi urusan Pemprovsu di wilayah ini. Maka akan lebih tepat dimekarkan menjadi provinsi baru,” jelasnya.

“Wilayah ini telah memiliki Bandara Aek Godang, dan segera dibangun Bandara Bukit Malintang. Demikian juga pelabuhan di Mandailing Natal, merupakan bukti bahwa wilayah ini siap menjadi provinsi sendiri,” sambung Politisi dari PDIP Sumatera Utara tersebut.

Oleh karena itu, Sutrisno meminta kepada semua pihak, terutama 5 kepala daerah di wilayah ini, bersama DPRD Kabupaten/ Kota agar segera melakukan konsolidasi, koordinasi demi mewujudkannya.

“Ke lima kepala daerah di wilayah ini diminta untuk melibatkan seluruh stakeholders. Tokoh Adat, Ulama, Partai Politik, Ormas, OKP, beserta kelompok masyarakat harus dilibatkan dalam gerakan ini. Upaya melibatkan seluruh pihak secara partisipatif, akan membuat gerakan ini kuat dan solid,” pungkasnya. (wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

适适

Check Also

Sutrisno: Penunjukan Pj Gubernur Sumut Wewenang Presiden

MEDAN, WOL – Anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan, mengatakan ketentuan menyangkut kepala daerah sebagaimana diatur ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.