_
Home / Medan / TKD 01: Tidak Ada Yang Baru Pidato Prabowo di Depan Pengusaha Tionghoa

TKD 01: Tidak Ada Yang Baru Pidato Prabowo di Depan Pengusaha Tionghoa

MEDAN, Waspada.co.id – Calon Presiden, Prabowo Subianto, kembali menegaskan visi-misinya mencapai swasembada pangan di Indonesia. Menurut Prabowo, kebutuhan pangan masyarakat harus terpenuhi.

“Swasembada pangan penting karena jumlah penduduk bertambah terus. Pertambahan penduduk jangan dianggap sepele,” ujar Prabowo di Medan, Jumat (22/2).

Penegasan ini disampaikan dalam acara silaturahmi dan ramah tamah bersama pengusaha dan warga Tionghoa di Medan. Prabowo mengungkapkan targetnya agar kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi.

Menanggapi itu, Wakil Direktur Relawan Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi – KH Ma’ruf Amin (01) Provinsi Sumut, Sahat Simatupang, mengatakan pidato Prabowo adalah pengulangan yang sering diucapkannya.

“Prabowo bicara swasembada pangan. Saya nilai tidak ada yang baru. Saya sempat memperkirakan pidato Prabowo tentang pertumbuhan ekonomi Sumut, ternyata tidak,” ujar Sahat.

Jika Prabowo bicara ekonomi Sumut, sambung Sahat, maka akan didapati angka pertumbuhan ekonomi Sumut di atas rata – rata nasional.

“Saya duga itu penyebab kenapa Prabowo tidak bicara ekomomi Sumut meski sedang dalam acara dengan pengusaha lokal (Sumut). Kalau bicara pertumbuhan ekonomi Sumut di masa Jokowi ini, tentu cukup bagus dan pengusaha Tionghoa Sumut juga merasakannya,” tuturnya.

Sahat mencontohkan geliat ekonomi domestik menopang perekonomian Sumatera Utara pada triwulan II-2018.

“Pertumbuhan ekonomi Sumut pada triwulan II 2018 tumbuh sebesar 5,30 % (yoy) jauh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yaitu 4,73% (yoy).” katanya.

Sahat menegaskan pencapaian tersebut di atas pertumbuhan ekonomi nasional (5,27%, yoy) dan regional Sumatera (4,65%, yoy).

“Dampak pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintahan Jokowi di Sumut mulai menampakkan hasil positif,” ujar Sahat.

“Jadi saya tidak heran kenapa Prabowo tidak bicara ekonomi Sumut di depan pengusaha Tionghoa Sumut karena pasti akan memuji pencapaian yang ada,” ujar Sahat yang juga Ketua Umum DPP Relawan Indonesia Kerja (RIK).

Di bidang pangan (beras), Sahat merespon pernyataan Prabowo. “Sumut sudah swasembada beras. Prabowo baru wacana,” kata Sahat.

Produksi padi di Sumut tahun 2017, kata Sahat mencapai 5,1 juta ton atau surplus 1,7 juta ton dari kebutuhan yang diperkirakan sebesar 3,4 juta ton.

Produksi padi Sumut menurut Sahat meningkat 0,5 juta ton dari tahun sebelumnya yakni sebesar 4,6 juta ton. “Dengan demikian, berdasarkan angka kebutuhan konsumsi beras, Sumut mengalami surplus produksi padi sebesar 1,7 juta ton tahun 2017 begitu juga tahun 2018 produksi padi Sumut sekitar 5.311.673 ton naik sekitar 3,42 persen. Capaian itu berkat kerja keras pemerintahan Jokowi,” pungkasnya.(wol)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Gubsu Minta Percepat Studi Kelayakan Jalan Tol Dalam Kota

MEDAN, Waspada.co.id – Rencana pembangunan Jalan Tol Dalam Kota Medan (Medan Intra Urban Toll Road-MIUTR) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.