Home / Medan / Tipu Pengacara, Kapolri Harus Tindak Mantan Kapolres Blitar
Maysarah Nasution korban penipuan mantan Kapolres Blitar AKBP Abdul Rahman Indarto (WOL Photo)

Tipu Pengacara, Kapolri Harus Tindak Mantan Kapolres Blitar

MEDAN, WOL – Kapolri Jenderal Badrodin Haiti harus segera menindak tegas anggotanya yang merusak citra kepolisian di republik ini. Ungkapan tesebut dilontarkan oleh Maysarah Nasution (35) warga Jalan Eka Warni, Gang Keluarga No.18-B, Lingkungan XII, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor yang mengalami nasib sial karena ditipu ratusan juta rupiah oleh salah seorang perwira di tubuh korps bhayangkara tersebut.

Saat ditemui Waspada Online, Sabtu (18/4) Maysarah menceritakan kejadian pahit yang dialaminya. Wanita tersebut telah ditipu oleh AKBP Abdul Rahman Indarto saat menjabat Kapolres Blitar dengan modus meminjam uang untuk kebutuhan ekonomi. Akibatnya, uang senilai Rp250 juta dikirim melalui via transfer melayang.

Mayasarah yang berprofesi sebagai pengacara tersebut kenal dengan Indarto lewat Lina Putri mantan istri Indarto yang menjadi klien Mayasarah. Karena sudah saling kenal, Maysarahpun tidak menaruh curiga jika sang perwira polisi tersebut berniat jahat kepada dirinya.

Berdasarkan bukti-bukti yang ada pada korban, AKBP Indarto pertama kali meminjam uang korban pada, 5 Oktober 2013 lalu, sebesar enam juta dengan modus membeli lembu untuk ‘Tahlillan’ abang kandungnya yang sudah meninggal.

“Dia meminjam uang saya dengan alasan beli lembu untuk Tahlillan abangnya yang meninggal. Karena merasa percaya, saya  memberikan uang tersebut melalui via transfer menggunakan Bank Mandiri,” ungkap Maysarah.

Kemudian, kata Maysarah Indarto terus meminjam uang dengan berbagai alasan.” Katanya jadi Kapolres Blitar tidak ada uang masuk jadi dia minta tolong sama saya agar meminjamkan uang untuk keperluan di Blitar. Saya pun kembali mentransfer uang ke rekening BRI atas nama Lina mantan istrinya yang dipegangnya,” ujar Maysarah.

Karena rasa percaya, Maysarahpun sempat mengeluarkan kocek hingga mencapai Rp 250 juta ke oknum perwira polisi tersebut. Ingin kejelasan kapan oknum tesebut membayar uang itu, korban pun langsung menghubunginya melalui via seluler. Di itu, oknum perwira polisi tersebut mengatakan uangnya akan diganti, kalau tanahnya terjual.

“Dia bilang, uangnya akan dibayar setelah tanahnya yang di Blitar terjual,” ucap Maysarah mengulang kata-kata oknum tersebut. Mendapatkan perkataan yang sama saat menagih utangnya, korban yang kesal langsung melaporkan oknum tersebut ke Div Propam Mabes Polri pada, 25 September 2014 dengan nomor laporan : LP/ 170/ IX/ 2014/ R / 1049-B/ IX/ 2014/ Div Propam/ 29-9-2014. Usai membuat laporan tersebut, korban langsung pulang ke Kota Medan.

Kurun waktu tiga bulan tak mendapat jawaban dari  Mabes Polri, korban pun mendatangi Mapolda Sumut untuk membuat laporan. Usai membuat laporan, korban pun kembali lagi ke rumahnya. Sampai sekarang ini, korban pun tidak mendapatkan jawaban atas pembayaran hutang-piutang tersebut.

“Sudah payah dihubungi dia (Indarto) sekarang. HPnya uda nggak aktif. Mau gimana, saya menghubunginya. Kemarin sempat, dia SMS saya, dan dia pun bilang ingin meminjam uang saya. Pas saya telfon, nomornya sudah tidak aktif,” jelasnya.

Karena mempunyai bukti-bukti yang cukup seperti bukti transfer nominal uang yang dikirim, korban pun meminta kepada PLT Kapolri, untuk mentindak lanjuti kasus penipuan ini. “Saya berharap  Kapolri Janderal Badrodin Haiti  untuk mentindak lanjuti kasus penipuan terhadap saya,” harapnya.

Menurut data yang dihimpun dari korban lagi, oknum tersebut saat ini bertugas sebagai Satgas Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat.

Diketahui lagi, karena kesana kemari membuat laporan atas kasus penipuan yang dialaminya, oknum tersebut pun menghantui korban sembari mengikuti korban kemana pun dia melangkah.

“Setiap aku melangkah dari rumah, ada saja yang mengikuti aku dari belakang. Terus, dia SMS aku entah apa-apa. Sekarang pun aku merasa dihantuinya kali,” sebut Maysarah yang juga pernah menjadi calon legislatif (caleg) PDIP Dapem Binjai-Langkat 2014 dan akitif BBH DPD PDIP Sumut sejak tahun 2007. (wol/data1)

Penulis: RIDIN

Check Also

Sabrina: Pilkada Serentak Harus Berjalan Tenang Aman dan Nyaman

MEDAN, Waspada.co.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Dr H R Sabrina mengharapkan Pilkada ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: