_
Home / Medan / Tipikor Poldasu ke Tapteng Usut Korupsi Libatkan Mantan Bupati Tapteng
foto: Istimewa

Tipikor Poldasu ke Tapteng Usut Korupsi Libatkan Mantan Bupati Tapteng

MEDAN, WOL – Penyidik Tipikor, Ditreskrimsus Polda Sumut, selama 4 hari turun ke Tapanuli Tengah (Tapteng) melakukan penyelidikan korupsi proyek pembangunan Patung Anugerah di kawasan bukit GM dan Labuan Angin, Kab Tapteng berbiaya belasan miliar, yang diduga melibatkan mantan Bupati Tapteng, Tuani Lumbantobing.

Dalam penyelidikan itu, tim turut menggandeng tim ahli konstruksi dari akademik (USU) untuk melakukan penelitian konstruksi.

“Yah, tim kita baru pulang dari Tapteng bersama tim ahli konstruksi dari USU untuk melakukan penyelidikan dugaan korupsi proyek pembangunan Patung Anugerah di Kab Tapteng,” kata Direskrimsus Poldasu Kombes Pol Drs Ahmad Haydar melalui Kasubdit III/Tipikor AKBP Prido Situmorang, Selasa (29/9).

Prido Situmorang mengatakan, selain melibatkan tim ahli konstruksi dari USU, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan) perwakilan Sumut dan sedang dilakukan audit.

Dalam kasus dugaan korupsi proyek Patung Anugerah itu, sambung Prido, pihaknya sudah memeriksa puluhan saksi, baik dari Pemkab Tapteng termasuk tim pengadaan tanah, Dinas Kehutanan dan lain-lain. Bahkan, sudah pernah memeriksa mantan Bupati Tapteng, Tuani Lumbantobing.

“Tuani Lumban Tobing sudah pernah sekali kita periksa namun statusnya masih saksi. Kita juga akan menjadwalkan pemeriksaan lanjutan,” terang Prido.

Mantan Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Poldasu itu mengatakan, pihaknya akan berupaya sesegera mungkin mengungkap kasus itu mengingat proyek dimaksud memakan biaya yang cukup besar yakni belasan milyar.

Selain pembangunan patung Anugerah, pihaknya akan berkoordinasi dengan Subdit IV/Tipiter Ditreskrimsus Poldasu untuk menyelidiki perambahan hutan dalam mendirikan patung wisata rohani tersebut.

“Lokasi pembangunan Patung Anugerah yang awalnya berada di kawasan bukit GM dan kini pindah ke kawasan Bukit Labuhan Angin, ditengarai hutan lindung. Untuk membangun patung wisata rohani itu, sudah dilakukan pembukaan jalan mencapai puluhan kilometer, sehingga terindikasi terjadi perambahan hutan,” terangnya.

Sementara keterangan diperoleh, Patung Anugerah yang dananya bersumber dari APBD Pemkab Tapteng TA 2008, dibangun di kawasan Bukit GM. Pembukaan jalan dan lokasi sudah dilakukan dengan menelan biaya sekitar Rp9 miliar. Patung Anugerah itu didatangkan dari Bandung.

Akan tetapi, tanpa  sebab menyusul diketahui kalau bukit itu merupakan kawasan  hutan lindung, sehingga pembangunan dihentikan begitu saja. Kemudian dipindahkan ke kawasan bukit Labuhan Angin dengan dana ditambah dari anggaran semula.

Kemudian, pembangunan jalan dan lokasi sudah dilakukan tapi tanpa diketahui sebab, pembangunan Patung Anugerah  di bukit Labuhan  Angin kembali dihentikan, sehingga negara diduga dirugikan belasan milyar rupiah.

Selain penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Patung Anugerah itu, Tipikor Poldasu juga menyelidiki sedikitnya 22 item dugaan korupsi di Pemkab Tapteng, selama Tuani Lumbantobing menjabat Bupati Tapteng.

Ke-22 item dugaan korupsi itu antara lain, sekitar 18 item berada di Dinas Pekerjaan Umum (PU) termasuk diantaranya pembangunan jalan dan perkantoran, kemudian 3 item berada dibawah Dinas Pertanian. Ke 22 item proyek itu menelan biaya puluhan miliar.

“Tidak tertutup kemungkinan mantan Bupati Tapteng, Tuani Lumbantobing terlibat dalam kasus itu. Kita berharap supaya Poldasu segera mengusut kasus tersebut,” kata sumber.(wol/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kejatisu Tangkap 2 Koruptor Pembangunan Runway di Nisel

MEDAN, Waspada.co.id – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menahan dua tersangka inisial AH dan DCN, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.