_
Home / Medan / Tingkat Kecelakaan di Jalur Kereta Api Masih Tinggi
WOL Photo

Tingkat Kecelakaan di Jalur Kereta Api Masih Tinggi

MEDAN, Waspada.co.id – Masih tingginya tingkat ketidakdisiplinan pengguna jalan terhadap rambu-rambu menyebabkan terjadinya kecelakaan di palang pintu perlintasan serta di ruang manfaat jalur kereta api.

Manager Humas PT KAI (Persero) Divre I Sumatera Utara, M Ilud Siregar, menegaskan bahwa ketidakdisiplinan itu antara lain dengan membuka perlintasan liar atau tidak resmi, melanggar pintu yang sudah tertutup atau kurang hati-hati, atau kurang waspada.

“Kemudian melanggar atau tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas, pengendara tidak tengok kanan-kiri, adanya hewan ternak peliharaan yang tidak dijaga oleh pemiliknya serta masyarakat berada di ruang manfaat jalur kereta api,” tuturnya, Senin, (8/7).

Di mana di hari Sabtu, 22 Juni 2019 beberapa waktu lalu Pukul 12.35 Wib di KM 41 + 200 lintas Tebingtinggi – Siantar petak Jalan Siantar – Dolok merangir KA Barang No. 2801, tertemper truck container dan di KM 3 + 400 Lintas Medan – Belawan Petak Jalan Medan – Pulu Brayan KA Barang No. 2801 tertemper sebuah angkutan kendaraan Becak pada pukul 17.55 WIB dan di hari Kamis, 27 Juni 2019 pukul 09.23 WIB lokasi KM 1 + 700 lintas Medan – Bandara Kuala Namu petak Jalan Medan – Bandarkhalifah, Kereta Api Bandara U9 tertemper OTK.

“Untuk kerusakan dan kerugian masih dalam pemeriksaan dan perhitungan oleh tim sarana dan unit terkait selanjutnya terjadi kelambatan perjalanan kereta api,” jelasnya.

Dari data mulai bulan Januari hingga bulan Mei 2019 sudah terjadi 41 kali kejadian kecelakaan di pintu perlintasan resmi dan perlintasan tidak resmi maupun di ruang manfaat jalur kereta api, Dimana 21 kali kejadian di Perlintasan Resmi dan Perlintasan Tidak Resmi,13 kali kejadian Pejalan Kaki dan 7 kali Kejadian Hewan ternak di daerah ruang manfaat jalur kereta api.

“KAI sangat mengimbau perlunya peran serta masyarakat terhadap keselamatan perjalanan kereta api dengan turut serta menjaga ketertiban dan keamanan perjalanan kereta api,” jelasnya.

Peran serta seperti mentaati aturan-aturan dan norma yang berlaku serta patuh terhadap rambu-rambu yang ada di perlintasan sebidang dengan jalur kereta api. Tidak mendirikan bangunan di daerah jalur kereta api.

“Juga tidak menempatkan atau menaruh barang berbahaya di daerah jalur kereta api serta tidak berada di ruang manfaat jalur kereta api,” imbaunya.

Perlu diketahui, dalam Undang Undang Nomor 23 tahun 2007 Tentang Perkeretaapian dan dalam Pasal 38 menyatakan: “Ruang Manfaat Jalur Kereta Api diperuntukkan bagi pengoperasian kereta api dan merupakan daerah yang tertutup untuk umum.

“Dalam Pasal 181 Undang Undang 23 Tahun 2007 menyatakan: “Setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret, menggerakan, meletakan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api, atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain selain untuk angkutan kereta api,” katanya.

“Sebagaimana Pasal 199 Undang Undang 23 Tahun 2007, pelanggaran terhadap Pasal 181 diancam dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp15.000.000,” tandasnya.(wol/eko/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Masyarakat Belum Memahami Konsep Wisata Halal

MEDAN, Waspada.co.id – Terkait dengan wisata halal Danau Toba, Pengamat Pariwisata dan Ekonom Sumatera Utara ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.