_
Home / Fokus Redaksi / Timsus Poldasu Ungkap Pungli Dwelling Time Belawan
WOL Photo/Sastroy Bangun

Timsus Poldasu Ungkap Pungli Dwelling Time Belawan

MEDAN, WOL – Tim khusus (timsus) dwelling time Polda Sumut dan Mabes Polri, berhasil membekuk dua orang yang diduga melakukan pemerasan dalam proses bongkar muat di Pelabuhan Belawan, Medan. Seorang berinisial HPM ditetapkan sebagai tersangka dan seorang lagi, P ( wanita) masih diperiksa sebagai saksi.

“Untuk tersangka HPM diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) transaksi biaya bongkar muat barang di salah satu kafe yang ada di Komplek Cemara Asri Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deliserdang. Sedangkan untuk P diamankan hasil pengembangan dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan untuk membuktikan keterlibatannya,” jelas Wakapoldasu, Brigjen Pol Adhi Prawoto didampingi Direskrimsus Kombes Pol Toga Habinsaran Panjaitan, Dirkrimum Kombes Pol Nur Fallah, Kabid Humas Kombes Pol Rina Sari Ginting dan Karo Ops Kombes Pol Rudi Hartono saat merilis kasus dwelling time di Mapoldasu, Kamis (6/10).

Lebih jauh dikatakan, dugaan tindak pidana pemerasan atau pungli, bermula saat tersangka mendapat tawaran bongkar muat barang dari pelapor, Oktavianus (mewakili pihak perusahaan). Dari tawaran itu terjadilah negosiasi antara korban dengan tersangka.

Tersangka mengajukan tawaran Rp141 juta pada korban agar proses bongkar muat segera dilakukan. Jika tawaran itu tidak diindahkan tersangka mengancam akan memperlampat proses tersebut.

Merasa dirugikan, korban melaporkannya ke Mabes Polri. Kemudian Mabes Polri menunjuk Polda Sumut melalui timsus untuk melakukan OTT. Transaksi pun dilakukan di salah satu kafe yang ada di Komplek Cemara Asri Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deliserdang. Saat hendak menyerahkan uang senilai Rp75 juta tersangka langsung diamankan.

“Dari Rp141 juta yang disepakati baru diserahkan Rp75 juta sebagai uang muka. Uang itu sebagai upah tenaga kerja bongkar muat. Padahal pada praktiknya hanya sedikit tenaga kerja yang dipakai. Sebab proses bongkar muat menggunakan crane yang tidak membutuhkan banyak tenaga kerja,” sebut Wakapolda.

Saat disingggung soal keterlibatan instansi terkait dalam praktik curang ini, Wakapoldasu mengatakan masih melakukan pendalaman. Pihaknya bakal menindak siapa saja termasuk instansi terkait jika terbukti melakukan pelanggaran pada kasus ini.

“Soal keterlibatan instansi terkait (orang dalam) akan diselidiki. Penyidik akan berusaha profesional dalam menangani kasus yang merugikan negara ini,” tegas Wakapoldasu.

Diharapkan, semua instansi yang terlibat dalam menyelesaikan masalah dwelling time di Pelabuhan Belawan harus punya komitmen yang sama. Bekerja jujur dan bertanggung jawab sesuai program Nawacita Presiden RI. Atas perbuatanya tersangka melanggar Pasal 368 dan 335 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.(wol/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Poldasu Tetapkan Sujamrat Tersangka Kasus Korupsi Disporasu

MEDAN, Waspada.co.id – Kasus dugaan korupsi proyek renovasi Lintasan Sircuit Tartan Atletik PPLP Provsu TA ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: