Breaking News
Home / Fokus Redaksi / Terungkap, Nova Zein Perdayai Korbannya Jual Nama PBB
WOL Photo
WOL Photo

Terungkap, Nova Zein Perdayai Korbannya Jual Nama PBB

MEDAN, WOL – Mengatasnamakan anggota badan organisasi sayap dunia PBB (United Nation) yang membidangi sektor perempuan, Nova Zein alias NZ (33) penduduk Kompleks Perumahaan Graha Johor, Blok B Nomor 7, Kecamatan Medan Johor, resmi ditahan Polda Sumut, Rabu (24/2).

Direktur Direktorat Reskrimum Polda Sumut, Kombes Andi Ryan,  menerangkan NZ tidak sendiri ditahan, namun bersama tiga komplotannya, yakni sopir inisial UG, sekretarisnya inisial KB alias C dan agen penjualan inisial HP. hingga saat ini, pihaknya sudah menerima belasan laporan aduan dari korban. Namun baru enam laporan yang diproses.

“Dari enam laporan aduan itu, hasil penyelidikan kami, para tersangka telah menipu sedikitnya 67 orang. Itu baru korbannya. Kalau jumlah unit mobilnya lebih dari 67 unit. Karena satu korban bisa lebih dari satu mobil,” terangnya.

Lebih jauh Andi Ryan mengatakan sejauh penyelidikan tim penyidik, Yayasan Sumatera Women Foundation yang digunakan pelaku untuk menipu para korbannya ternyata lembaga fiktif alias ilegal.

“Sampai saat ini pelaku tidak bisa menunjukkan akte pendiriannya. Jadi bisa dibilang ilegal,” tegas Andi Ryan.

Modus penipuan dan penggelapan ini, terang Andi Ryan, pelaku atas nama NZ membuat perjanjian dengan korban untuk memperoleh kendaraan operasional. Untuk memuluskan aksinya, komplotan ini membawa-bawa nama lembaga sayap dunia PBB.

“Seolah-olah mereka berafiliasi dengan lembaga dunia, padahal tidak,” imbuh Ryan.

Kasua ini terungkap sejak adanya laporan korban ke Markas Polda Sumut pada Minggu (4/2). Salah satu pelapor yakni Billy, warga Medan. Billy melaporkan NZ atas dugaan penipuan dan penggelapan puluhan unit mobil mewah.

“Dari beberapa unit mobil harganya normal. Tapi kok nggak terbit BPKBnya? STNKnya juga diduga palsu. Saat pembayaran pertama lancar namun berikutnya macat. Sehingga para korban tanda tanya,” jelas Andi Ryan.

Diketahui NZ merupakan Ketua Pengurus Yayasan Perempuan Sumatera (Sumatera Women Foundation). NZ juga dilaporkan para mitra kerjanya, atas dasar melanggar perjanjian dan kesepakatan yang dibuat dalam akta notaris. Selain itu, terlapor NZ diduga memberikan pembayaran rental mobil dengan menggunakan cek bodong.

Berdasarkan keterangan dari para korbannya, untuk melaksanakan aksi penipuan dan penggelapan mobil ini, modus NZ, tak lain dengan menggelar kegiatan sosial, berupa pembuatan sanitasi air bersih di seluruh daerah di Sumbagut.

“Ia menjual nama institusi UN Women sebagai pelaksana projek sanitasi air bersih untuk memuluskan aksi kriminalnya,” timpal Billy.

Para korban yang termakan omongan terlapor NZ, lantas menyiapkan mobil sesuai kriteria yang diinginkan pelaku. Kebanyakan kendaraan yang disediakan jenis mobil mewah diantaranya, Toyota Innova Reborn, Mitsubishi Pajero, Toyota fortuner VRZ, Toyota Alphard, hingga Honda Mobilio. Pelaku membutuhkan mobil ini dengan alasan untuk menunjang operasional kerja pelaku.

Atas kesepakatan itu, pelaku dan korbannya, membuat suatu perjanjian pinjam pakai mobil (rental) di beberapa notaris di Kota Medan. Salah satunya di Notaris Chairunnisa Juliani, SH, M.Kn yang berkantor di Jalan Brigjen Katamso Medan.

Untuk meyakinkan para korbannya, di dalam akta notaris perjanjian pinjam pakai mobil tersebut, pelaku membayar para pemilik mobil dengan uang kontan dalam bentuk dollar Amerika. Pembayarannya bervariasi sesuai jenis mobil. Ada yang dibayar 940 USD perbulan, seperti untuk kijang Innova. Sedangkan untuk Honda Mobilio disewa seharga 699 USD perbulan dengan kurs rupiah yang ditetapkan Rp13.500.

Jadi kalau dirupiahkan untuk Toyota Innova dibayar sebesar Rp12.690.000 per bulan. Untuk mobilio Rp9.436.000 per bulan. Sedangkan untuk Toyota Alphard Rp28.485.000 per bulan. Dan masa kontrak ini berlaku selama 5 tahun.

“Dalam perjanjian pinjam pakai mobil di akta notaris itu dinyatakan, mobil- mobil yang telah disetujui dipinjam, disimpan di lokasi proyek di Desa Benanga Dusun III Kabupaten Batubara dan disimpan di kantor pelaku Jalan Karya Kasih Nomor 1 B Kecamatan Medan Johor” ujar korban.

Lebih lanjut korban menerangkan, pelaku juga menyerahkan surat kontrak kerjasama perjanjian rental mobil dalam teks berbahasa Inggris, mengatasnamakan UN Women. Kontrak itu ditandatangani pelaku NZ. Dalam kontrak itu, jabatan NZ sebagai President Direktur Sumatera Women Foundation, sedangkan dari UN Women ditandatangani Hana Margareth selaku Departemen Of Management Services Sumbagut Area. Kontrak diteken tertanggal 10 Agustus 2916 lalu.

Billy menambahkan, para korbannya bukan hanya masyarakat biasa. Ada mantan birokrat dan mantan anak pejabat, Konsulat Rusia (delapan unit mobil). Ada juga Ketua OKP di Medan turut menjadi korban. Bahkan ada mobil yang sudah dijual di Pekan Baru, Riau. Mobil itu ditemukan korbannya. Pelaku penggelapan ini juga disinyalir melibatkan oknum aparat penegak hukum.

Terkait pembayaran dengan menggunakan mata uang dolar Amerika itu, Andi Ryan mengatakan sejauh ini masih sebatas iming-iming. Namun informasi itu masih tetap didalami.

Untuk keempat tersangka, Andi Ryan mengatakan, akan dikenakan pasal penipuan dan penggelapan. Sedangkan pasal dengan jerat pemalsuan surat sejauh ini masih didalami. “Sejauh ini baru Pasal 372 dan 378 yang kami kenakan,” pungkasnya.(wol/data1)
Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

foto: squarespace.com

PBB Selidiki Laporan Penggunaan Senjata Kimia di Suriah

SWISS, WOL – Penyidik kejahatan perang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (6/2) menyatakan bahwa mereka ...

  • Lidya Handayani

    modal Rp 20.000,+bonus Rp 10.000 bagi pendaftar pertama nonstop4d,com | WA: +62813-1401-6020 | Line: togelnonstop

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.