Breaking News
Home / Medan / Terungkap Dalam Rapat Paripurna Medan Utara Rawan Bencana
(WOL Photo)
(WOL Photo)

Terungkap Dalam Rapat Paripurna Medan Utara Rawan Bencana

MEDAN, WOL – Secara geografis Kota Medan terutama kawasan Medan Utara rawan bencana. Sehingga Pemko Medan diharapkan melakukan kajian yang mendalam atas tata laksana pembangunan di kawasan tersebut.

Penegasan ini disampaikan, anggota DPRD Kota Medan, Edward Hutabarat, Senin (17/7) dalam paripurna Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang penanggulangan bencana di gedung DPRD Kota Medan.

“Adanya ranperda ini telah disampaikan Wali Kota salah satunya bertujuan memberikan perlidungan kepada masyarakat dari ancaman bencana. Tapi Fraksi PDI Perjuangan menyesalkan keterlambatan pihak Pemko Medan dalam mengajukan ranperda ini. Bila melihat pertumbuhan penduduk setiap tahunnya, seharusnya Pemko Medan sudah sejak lama mengusulkan peraturan daerah tentang penanggulangan bencana sebagai pedoman dan acuan melakukan langkah antisipasi,” ucapnya.

Edward kembali mengatakan, saat ini jumlah penduduk di Kota Medan sudah meningkat secara tajam yang dapat dilihat adanya warga yang rela bermukim di bantaran sungai dan pinggiran rel kereta api.

“Ini semuanya memiliki resiko dan secara geografis Kota Medan diapit sungai Belawan, Sungai Deli dan Sungai Babura. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah kota untuk melakukan antsipasi terjadinya bencana dan perlu dilakukan pendataan warga pingiran sungai yang sampai sekarang tidak diketahui jumlahnya,” katanya.

“Jadi kami mengingatkan bahwa Kota Medan ini riskan bencana khususnya banjir terutama di Medan Utara yang meliputi Medan Labuhan, Medan Deli dan Medan Belawan yang berbatasan langsung dengan laut. Atas dasar ini, kami Fraksi PDI Perjuangan kembali mengingatkan Wali Kota Medan agar benar-benar melakukan kajian yang mendalam terkait tata laksanan pembangunan di Medan Utara, termasuk pencegahan dan penangulangan bencana,” sambung Edward.

Ditambahkan, adanya ranperda tersebut pihaknya mempertanyakan apakah perda itu sudah terintergrasi dengan perda tata ruang kota dan peraturan zonasi Kota Medan tahun 2011-2031, perlindungan lingkungan geologi, kawasan lindung, lahan kritis, sempadan air dan penanggulangan bencana udara.

“Secara geografi, geologis, hidrogis dan demografis Kota Medan memiliki kerawanan terjadinya bencana sehingga perlu dilakukan penanganan secara cepat bila terjadi bencana,” pungkasnya.(wol/mrz)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

foto: zimbio

Badai Cedera, Barca Tetap Fokus Poin Penuh

TURIN, WOL – Barcelona hanya membutuhkan satu poin saja untuk bisa memastikan diri lolos dari ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.