Breaking News
Home / Fokus Redaksi / Terbukti Suap Anggota DPRD Sumut, Gatot Divonis 4 Tahun Penjara
WOL Photo/Ega Ibra
WOL Photo/Ega Ibra

Terbukti Suap Anggota DPRD Sumut, Gatot Divonis 4 Tahun Penjara

MEDAN, WOL – Setelah melakukan beberapa persidangan, akhirnya Pengadilan Tipikor Medan memvonis mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho dengan hukuman empat tahun penjara.

“Terdakwa terbukti bersalah melakukan perbuatan suap uang ketok kepada pimpinan dan anggota DPRD Sumut senilai Rp 61,8 miliar,” terang Ketua Majelis Hakim Tipokor pada Pengadilan Negeri Medan, Didik Setyo Handono, Kamis (9/3) di Ruang Cakra I.

“Menyatakan terdakwa Gatot Pujo Nugroho terbukti serasa dah dan meyakinkan sebagaimana dalam dakwaan jaksa penuntut umum. Menghukum terdakwa oleh karena itu pidana empat tahun penjara denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan,” sambung majelis hakim.

Didik menyatakan Gatot terbukti bersalah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 5 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.‎

Sejumlah hal menjadi pertimbangan hakim dalam menjatugkan hukuman ini. Di antaranya ada hal-hal yang memberatkan seperti perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah memberantas korupsi.

“Perbuatannya dapat menurunkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Sebagai pemimpin, Gatot seharusnya menjadi contoh. Hukuman yang dijatuhkan pun diharapkan dapat menjadi peringatan bagi orang lain agar tidak melakukan perbuatan serupa,” sebutnya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan itu, putusan majelis hakim lebih tinggi dibandingkan tuntutan jaksa.

Diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) meminta agar Gatot dijatuhi hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 8 bulan kurungan.

Menyikapi putusan majelis hakim, pihak Gatot menyatakan pikir-pikir. “Kami cona pikir-pikir dulu,” kata penasihat hukum Gatot, Ani Andriani usai sidang.

Sementara Gatot tidak berkomentar saat ditanyai perihal putusan itu. Dia hanya melambaikan tangan.

JPU juga menyatakan masih pikir-pikir. “Kami akan lapor dulu kepada pimpinan, kami mempergunakan waktu untuk pikir-pikir,” kata Wawan Yunarwanto, JPU dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), seusai sidang.

‎Dalam perkara ini, Gatot memberikan 7 kali gratifikasi kepada pimpinan anggota DPRD Sumut mulai periode 2009-2014 sampai periode 2014-2019.

Rinciannya, Gatot ingin pimpinan serta anggota DPRD Sumut 2009-2014 periode 2014-2019 memberikan persetujuan Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPJP) Anggaran Prndapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumut Tahun Anggaran (TA) 2012.

Kemudian, menyetujui Perubahan APBD Provinsi Sumut TA 2013, Persetujuan terhadap APBD Provinsi Sumut TA 2014, menyetujui Perubahan APBD Provinsi Sumut TA 2014,  menyetujui APBD Provinsi Sumut TA 2015, menyetujui LPJP APBD Provinsi Sumut TA 2014, dan menyetujui terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ)APBD Provinsi Sumut TA 2014; serta Pembatalan Pengajuan Hak Interpelasi Anggota DPRD Sumut Tahun 2015.

Pada suap untuk persetujuan LPJP APBD Provinsi Sumut TA 2012, Gatot memberikan uang kepada seluruh anggota, Sekretaris Fraksi, Ketua Fraksi, Wakil Ketua dan Ketua DPRD Sumut. Total yang diberikan Rp 1.550.000.000.

Untuk persetujuan terhadap Perubahan APBD Provinsi Sumut TA 2013, Gatot memberikan total Rp 2.550.000.000.  Lalu, untuk persetujuan terhadap APBD Provinsi Sumut TA 2014, Gatot memberikan “uang ketok” Rp 44.260.000.000.

Kemudian untuk persetujuan dan pengesahan Perubahan APBD Provinsi Sumut TA 2014 dan pengesahan APBD Provinsi Sumut TA 2015, Gatot memberikan  Rp 11.675.000.000. Untuk persetujuan LPJP APBD Provinsi Sumut TA 2014, Gatot menberikan Rp 300 juta. Sementara untuk persetujuan terhadap LKPJ APBD Provinsi Sumut TA 2014, Gatot memerintahkan pemberian Rp 500.000.000.

Terakhir untuk pembatalan  pengajuan Hak Interpelasi Anggota DPRD Sumut Tahun 2015, Gatot memberi Rp 1 miliar.

Tidak hanya itu, Gatot juga sudah dijatuhi hukuman dalam perkara penyuapan hakim PTUN Medan. Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta  menjatuhinya hukuman 3 tahun penjara. (wol/lvz/data1)

Editor: Agus Utama

Check Also

Ilustrasi

Rupiah Melemah 20 Poin di Rp13.550 Per Dolar AS

JAKARTA, WOL – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (11/12) pagi bergerak ...

  • theodora yasmin

    ACERPOKER Sedang bagi bonus new member nih,mau tau berapa bonus member nya ? langsung saja ketik www,acerpoker,com

    – Super Big Bonus
    – Bonus Rollingan 0.5 %
    – Bonus Referral 15 %
    – JACKPOT

    Cara Membuhungi Kami :

    – Live Chat, acerpoker.com
    – Facebook, acerpoker
    – Pin BBM, D8DBEC7F

    Bank Yang Bekerja Sama Dengan Kami :

    – BCA
    – Mandiri
    – BNI
    – BRI

    Info Bonus Segera Hubungi Live Chat Kami

  • Lie Fong

    freechip 100.000,- di bagiin terus tiap hari
    gak ada mati nya s128poker .net #7AC8D76B

  • Cintia Laura

    DewaDominoQQ Agen Poker Online Terpercaya :
    * Bonus Referral 20% ( Seumur Hidup )
    * Bonus Turnover 0,5%
    * NO ROBOT & ADMIN
    * 100% Fair Play Member Vs Member
    * Proses Withdraw & Deposit Tercepat
    * Di layani dengan 5 bank : Mandiri , BCA , BNI , BRI , DANAMON
    * Customer Service yang baik, ramah dan cantik tentunya .

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.