Home / Medan / Terapkan Perda Zonasi Parkir, Pemko Kalah ‘Power’ Dengan OKP
Istimewa

Terapkan Perda Zonasi Parkir, Pemko Kalah ‘Power’ Dengan OKP

MEDAN, WOL – Dinas Perhubungan Kota Medan, dinilai belum mampu atasi parkir liar yang kian menjamur belakangan ini. Hal itu dibuktikan dari kemunculan parkir liar sejumlah tempat, meskipun lokasi tersebut dianggap kurang tepat jika dikutip jasa parkirnya.

Salah seorang pengunjung fasilitas umum di Lapangan Merdeka Medan, Ahmad menuturkan, saat dirinya usai memenuhi undangan teman untuk duduk bersantai di taman kebanggaan warga Kota Medan ini, seorang petugas parkir datang meminta jasa penitipan parkir yang arealnya masih satu komplek dengan Lapangan Merdeka Medan. Tanpa memiliki rasa malu dan kesalahan maupun tanggung jawab penuh atas aktifitasnya tersebut, seorang pria paruh baya meminta uang parkir sebesar Rp2000.

“Bapak itu minta uang parkir sama aku Rp2000, tapi dia gak kasih karcisnya. Berarti kutipan ini kan ilegal bang. Tapi aku gak mau ribut, ya ku kasih la angka yang dia minta. Nanti jadi panjang urusannya. Soalnya yang ku tahu, di lokasi itu basisnya salah satu OKP di Kota Medan,” keluhnya kepada Waspada Online Selasa (19/5).

Sementara itu ditempat terpisah, di hari yang sama pula, warga Kota Medan lainnya Riki, mengalami hal serupa. Ia juga sempat berdebat dengan seorang Juru Parkir (Jukir,red) liar di kawasan taman beringin Jalan Tengku Cik Di Tiro.

Ketika Jukir meminta uang jasa parkir Rp2.000,- namun pria yang hobi menikmati keindahan alam ini menimpalnya dengan meminta karcis parkir, malah ketegangan yang muncul. Dan lebih parahnya lagi, si bapak petugas parkir yang sering beroperasi di taman beringin ini menjual nama Wakil Ketua DPRD Medan, Iswanda Nanda Ramli. “Parkir ini punya Nanda Ramli. Jadi kami harus setor,” ucapnya mengulangi perkataan si Jukir.

“Percuma juga ngadu ke aparat penegak hukum dan Dishub soal masalah kutipan liar ini. Sudah kita jadi korban, malah kita juga yang keluar uang untuk buat laporan ke Polisi. Jadi cuma bisa kesal dalam hati,” urainya dengan nada kecewa.

Perlu diketahui, beberapa waktu lalu Pemerintah Kota Medan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah telah men-sah kan Peraturan Daerah (Perda) zonasi parkir I dan II menurut tingkat mobilitasnya yang tertuang dalam Perda No. 2 tahun 2014.

Tujuan di sah kannya Perda tersebut untuk mengantisipasi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan dari sektor retribusi parkir yang sudah terjadi sekian lama. Akan tetapi sosialisasinya tidak merata hingga ke petugas Jukir. Akibatnya selalu masyarakat yang dirugikan atas ketidak pedulian Pemerintah Kota Medan, dalam menertibkan Jukir liar. (wol/muhammad rizki/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Rail Clinic Layani Pengobatan Gratis di Pulobrayan

MEDAN, Waspada.co.id – Sebagai bakti sosial dan upaya memberikan pelayanan kesehatan di daerah yang jauh ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: