_
Home / Medan / Tak Peduli Keselamatan, Para Pengendara Lakukan Ini
WOL Photo

Tak Peduli Keselamatan, Para Pengendara Lakukan Ini

MEDAN, Waspada.co.id – Tak peduli keselamatan, sejumlah pengendara sepeda motor menerobos palang pintu perlintasan Kereta Api di Jalan Sisingamangaraja Medan, Rabu (9/10).

Aksi ini sangat membahayakan nyawa para pengendara, karena melihat masih tingginya angka kecelakaan di pintu perlintasan kereta api berdasarkan data dari PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Manajer Humas PT KAI Divre I Sumut, Ilud Siregar, menuturkan selama tahun 2019, di wilayah kerja Divre I telah terjadi 70 kali kecelakaan di mana 3 di perlintasan resmi, 35 perlintasan tidak resmi, 22 pejalan kaki dan 10 hewan ternak yang mengakibatkan 12 nyawa melayang.

“Diharapkan kesadaran masyarakat untuk menaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang semakin meningkat,” tuturnya.

Sebab, pelanggaran lalu lintas di perlintasan sebidang tidak saja merugikan pengendara jalan tetapi juga perjalanan kereta api.

“Penyebab kecelakaan terbanyak disebabkan oleh pengguna jalan masih tidak disiplin dalam melewati perlintasan. Ketidak disiplinan itu, antara lain dengan membuka perlintasan liar atau tidak resmi, melanggar pintu yang sudah tertutup atau kurang hati-hati dan kurang waspada,” katanya.

Kemudian melanggar atau tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas, pengendara tidak melihat kanan kiri, adanya hewan ternak peliharaan yang tidak dijaga oleh pemiliknya serta masyarakat berada di ruang manfaat jalur kereta api.

“Kita berharap peran serta masyarakat terhadap keselamatan perjalanan kereta api semakin besar dengan turut serta menjaga ketertiban dan keamanan perjalanan kereta api,” tambahnya.

Peran serta seperti menaati aturan-aturan dan norma yang berlaku serta patuh terhadap rambu-rambu yang ada di perlintasan sebidang dengan jalur kereta api. Kemudian tidak mendirikan bangunan di daerah jalur kereta api dan tidak menempatkan atau menaruh barang berbahaya di daerah jalur kereta api serta tidak berada di ruang manfaat jalur kereta api.

“Sudah diatur dalam Undang Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian di Pasal 38 menyebutkan, ruang manfaat jalur kereta api diperuntukkan bagi pengoperasian kereta api dan merupakan daerah yang tertutup untuk umum,” lanjutnya.

Dalam Pasal 181 Undang Undang 23 Tahun 2007 menyatakan, setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain selain untuk angkutan kereta api.

“Pada Pasal 199 Undang Undang 23 Tahun 2007, pelanggaran terhadap Pasal 181 diancam dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp15 juta,” tandas Ilud.(wol/eko/data1)
Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Perkuat Kelistrikan di Medan, PLN UP3 Lakukan Ini

MEDAN, Waspada.co.id – Memperkuat sistem kelistrikan di Kota Medan, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.