Newsticker
WOL / Medan / Susunan Personalia BKD 2017, Nasdem dan PKPI Kurang Harmonis
foto: istimewa
foto: istimewa

Susunan Personalia BKD 2017, Nasdem dan PKPI Kurang Harmonis

MEDAN, WOL – Susunan nama-nama anggota Badan Kehormatan DPRD (BKD) Medan yang sebelumnya sudah diusulkan menjadi anggota, mendapat protes dari Fraksi Persatuan Nasional (Pernas) DPRD Medan, dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Beston Sinaga. Pasalnya, nama yang diusulkan fraksinya tidak pernah di koordinasikan dalam internal fraksi.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Samosir ini menyebutkan, nama Ketua Fraksi Pernas DPRD Medan, Maruli Tua Tarigan, belum mendapat persetujuan dari internal.

“Pimpinan, dia (Maruli Tua, red) sudah Ketua Fraksi dan Ketua Komisi. Masa nama dia lagi yang masuk. Rakus kali dia, sama dialah semua jabatan ini. Apalagi, hal ini tidak pernah dikoordinasikan di internal fraksi. Jadi, untuk Fraksi Pernas, cabut saja namanya dulu,” ketusnya dalam rapat paripurna internal susunan personalia Badan Kehormatan Dewan (BKD) untuk periode satu tahun ke depan, Selasa (10/1).

Mendapat intrupsi tersebut, pimpinan sidang, Ihwan Ritonga, menyampaikan pihaknya hanya mengumumkan nama-nama yang masuk berdasarkan surat dari masing-masing fraksi. “Kalau Fraksi Pernas, surat yang kami terima itu nama beliau (Maruli),” ujarnya.

Setelah melalui berbagai argumen, pimpinan sidang akhirnya menskor rapat guna melakukan koordinasi untuk menentukan nama-nama yang duduk di komposisi personalia BKD DPRD Kota Medan.

Usai rapat koordinasi, pimpinan rapat akhirnya mengumumkan nama-nama anggota dewan yang duduk sebagai personalia BKD DPRD Kota Medan, masing-masing yakni, Hasyim SE (FPDIP), Godfried Efendi Lubis MM (F Gerindra), H Salman Alfarisi Lc MA (FPKS), Kuat Surbakti SSos (FPAN) dan Bangkit Sitepu (F Hanura).

Sebelumnya, nama-nama utusan fraksi yang masuk ke meja pimpinan masing-masing yakni, Hasyim SE (FPDIP), H Ilhamsyah SH (FPG), Drs Godfried Efendi Lubis MM (F Gerindra), Parlaungan Simangunsong ST (FPD), H Salman Alfarisi Lc MA (FPKS), Abdul Rani SH (FPPP), Kuat Surbakti SSos (FPAN), Bangkit Sitepu (F Hanura) dan Drs Maruli Tua Tarigan (F Pernas).

Sementara itu, anggota Fraksi Pernas dari PKPI, Andi Lumbangaol, mengaku tindakan yang dilakukan politisi Nasdem, Maruli Tua Tarigan, adalah sikap indisipliner. Sebab Maruli memonopoli setiap kebijakan fraksi.

“Seharusnya tiap tahun kan berganti. Baik ketua fraksi maupun utusan-utusan di alat kelengkapan dewan. Ini sudah tahun ketiga priode, nama dia saja yang dimasukkan. Kalau bukan rakus, apa namanya itu. Saya akan permasalahkan situasi ini supaya jadi isu nasional,” ketusnya.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Baca Juga

WOL Photo

Qanun Bantuan Hukum Masyarakat Miskin di Pidie Belum Jelas

SIGLI, WOL – Kendati qanun bantuan hukum gratis bagi masyarakat miskin sudah disahkan oleh Dewan ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.