Home / Medan / Surat Jual Beli Rumah Dirusak, Mio Mie Laporkan KSH ke Polisi
WOL Photo

Surat Jual Beli Rumah Dirusak, Mio Mie Laporkan KSH ke Polisi

MEDAN, Waspada.co.id – Melalui kuasa hukumnya Mio Mie melaporkan KSH alias DW (75) warga Jalan Tapanuli atas pengerusakan surat pernyataan jual-beli.

Kasus yang terjadi pada 12 November 2012 telah dilaporkan ke polisi dengan Laporan Polisi Nomor : LP/526/IV/2018/SPKT “I”, tanggal 25 April 2018.

“Peristiwa ini terjadi pada, 12 November 2012. Saat itu KSH alias DW mendatangi klien kami, Mio Mie lalu meminta klien kami dan anaknya menandatangani surat pernyataan di atas materai Rp6.000 yang isi suratnya seolah-olah pembelian rumah milik Mio Mie ini menggunakan uang pribadi terlapor,” ujar Suhari Matondang dan Zennduddin Herman, selaku kuasa hukum korban, Senin (8/10).

Keesokan harinya, sambung keduanya, yaitu pada 13 November 2012, terlapor mengembalikan surat pernyataan tersebut kepada Mio Mie. Namun sebelumnya, surat pernyataan tersebut terlebih dahulu disiram dengan air kemudian dirobek oleh KSH alias DW di hadapan Mio Mie.

Dan hal itu disaksikan teman terlapor yang berinisial HL yang datang bersama terlapor. Selanjutnya, surat pernyataan yang sudah dikoyak tersebut diserahkan kepada Mio Mie dan sebagian lagi dibuang oleh terlapor.

Enam tahun pascakejadian tersebut, pada 23 Februari 2018 KSH alias DW melaporkan Karya Elly ke polisi sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP/326/II/SPKT Restabes Medan dengan menggunakan alat bukti sebuah surat pernyataan yang masih utuh dan mirip dengan surat pernyataan yang telah disiram dan dikoyak sebelumnya di rumah Mio Mie pada tahun 2012. Surat pernyataan tersebut juga bermaterai Rp6.000 dan dibubuhi tanda tangan, Mio Mie dan anaknya.

Padahal menurut pengakuan, Mio Mie dan anaknya surat pernyataan tersebut hanya satu kali saja ditandatanganinya. Hal ini menduga KSH alias DW menggunakan surat palsu untuk melaporkan Karya Elly ke polisi pada tgl 23 Februari 2018 yang lalu.

“Perlu diketahui bahwa membuat surat palsu atau memalsukan surat dapat dipidana paling lama 6 tahun penjara sesuai pasal 263 KUHPidana,” jelas Suhari Matondang, SH dan ditimpali Zennduddin Herman, SH.

Sebelumnya KSH alias DW juga telah dilaporkan ke polisi oleh Karya Elly dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang Rp275 juta sesuai Laporan Polisi Nomor: LP/2082/K/IX/2018/SPKT Restabes Medan tanggal 24 September 2018. (wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Polrestabes Medan Amankan 476 Pisau Cukur Palsu

MEDAN, Waspada.co.id – Tim Unit Ekonomi Sat Reskrim Polrestabes Medan mengungkap penjualan pisau cukur palsu ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: