Home / Medan / Supono Korban Fitnah Terdakwa, Dituduh Menganiaya Tersangka
Supomo (kiri) dialog dengan Wakil.Ketua LPSK Azhari Rajab (kanan) di depan mako Polsek Medan Sunggal. (WOL Photo/Gacok)

Supono Korban Fitnah Terdakwa, Dituduh Menganiaya Tersangka

MEDAN, WOL – Supomo orang tua korban penganiayaan merasa difitnah oleh terdakwa dan dituding ikut melakukan penganiayaan terhadap Asnawati (39) warga Jalan Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.

“Saat kejadian anak saya dipukul, saya tidak berada di tempat dan sedang belanja keramik ke Medan. Kok malahan saya dilaporkan ke polisi memukul terdakwa (Asnawati) dan itu jelas fitnah, ada 4 saksi saat itu,” jelas Supomo kepada Waspada Online, Kamis (23/6).

Yang mirisnya lagi, setelah sidang di PN Pancur Batu pada, 27 April 2016, sekira pukul 23:00 Wib rumah kami “diserang” dan diteror oleh 300 orang.

Dan seorang Caraka Polsek Sunggal bernama, Marko (45) mengaku juga sempat diancam dan disandera oleh “preman” ketika mengantar surat panggilan ke rumah terdakwa (Asnawati), terang Supomo dan diiyakan Marko.

Kejadian berawal, Kamis (22/10/2015) sekira pukul 15:00 Wib, saat Pak Paino memperbaiki septic tank belakang rumah tetangga sebelah Supomo.

Melihat hal itu, dua anak Supomo yang masih di bawah umur bernama, Habib Aksa (9) dan Alwi Prayogi (13) bermain dan bercanda. Dengan hal itu, lalu dituding membuat bising (ribut), tetangganya bernama, Asnawati langsung menampar pipi Habib.

Melihat adiknya dipukul, Alwi Prayogi lalu mendatangi pelaku dan menanyakan hal tersebut, namun bukannya mendapat jawaban, melainkan dia juga ikut dipukuli dengan gagang sapu hingga patah.

Mendapat laporan dari istri, bahwa dua anaknya dipukuli tetangganya bernama, Asnawati, Supomo langsung pulang ke rumah dari belanja dan selanjutnya mengadu ke Polsek Medan Sunggal.

Beberapa hari kasusnya ditangani petugas penyidik (Juper) Brigadir Anse Ginting dan saksi-saksi telah diperiksa, akhirnya pelaku (Asnawati) ditahan dan kasusnya dilimpahkan ke PN Cabang Pancur Batu.

Merasa curiga melihat kedatangan 5 orang berpakaian rapi (2 pria dan 3 wanita) ke rumah terdakwa pada, Kamis (23/6) pukul 10:00 WIB, Supomo langsung memantau dan mengikutinya.

Setelah ditelusuri, ternyata mereka adalah anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan telah bertemu dengan penyidik (juper) Brigadir Anse Ginting dan Panit II Reskrim Ipda Martua Manik SH, MH.

Ketika mau meninggalkan Polsek Sunggal, Supomo memperkenalkan diri selaku orang tua kedua korban dan bahkan telah difitnah ikut menganiaya terdakwa (Asnawati).

“Kami turun kemari (Medan) karena ada laporan tentang kejadian penganiayaan anak di bawah umur,” kata Wakil Ketua LPSK Azhari Rajab kepada Supomo disaksikan dan didengar sejumlah wartawan.

Mendengar itu, Supomo lalu mengatakan, kok Bapak hanya datang ke rumah terdakwa saja dan tidak ke rumah kami, padahal kami yang korban,” tambah Sutomo kepada Azhari sembari menambahkan, jangan kami yang korban ini, tiba-tiba dijadikan tersangka,” tambah Supomo.

“Kami dari Lembaga, dengan alamat Kantor di Jalan Raya Bogor Km 24 Cijantung Jakarta Timur dan harus ada laporan resmi, dan Bapak kalau merasa keberatan boleh juga melapor,” kata Azhari dan diamini 4 anggotanya.

Dan di Medan, Perwakilan kami di samping Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) dan kalau mau datang jumpai Pak Hamdan. Sekarang kami mau koordinasi dengan pihak Jaksa dan Kejari Pancur Batu, jelas Azhari kepada Waspada Online. (wol/gacok/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Poldasu Tangkap Ketua P3TM

MEDAN, Waspada.co.id – Setelah sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), akhirnya ketua Pengurus Persatuan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: