Breaking News
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Supermarket di Medan Siap Tampung Produksi Hidroponik
WOL Photo/Ist
WOL Photo/Ist

Supermarket di Medan Siap Tampung Produksi Hidroponik

MEDAN, WOL – Gus Irawan Pasaribu yang saat ini sudah mengembangkan sayur hidroponik di hidro tani sejahtera Sei Mencirim mengaku supermarket yang ada di Medan menyatakan siap menampung semua produksi yang ada.

Dia berbicara kepada wartawan di Medan, Kamis (20/7), setelah menjalin kerjasama dengan tiga ritel besar penampung sayur hidroponik produksinya. Ketiga usaha ritel besar yang sekarang sudah menampung sayur hidroponik di Medan adalah Berastagi Supermarket Jl. Gatot Subroto, supermarket pondok indah buah dan sayur di Jalan Setia Budi Medan serta satu lagi supermarket di Cemara.

“Kita kewalahan sekarang kalau misalnya menjual ke pedagang besar. Karena berapa pun stok yang ada mau mereka tampung. Terus terang apa yang diproduksi di atas lahan seluas dua hektar ini tidak ada apa-apanya dibanding kebutuhan pasar,” tuturnya.

Saat ini, kata dia, kalau ada konsumen yang berbelanja dan menemukan merek dagang Nabati itulah produksi hidro tani sejahtera. “Di Berastagi supermarket kita selalu kehabisan. Sehingga butuh petani-petani hidroponik yang akan dikerjasamakan dalam bentuk plasma nantinya,” kata Gus.

Jadi berapa pun produksi petani plasma ini siap ditampung di hidro tani sejahtera. Kemudian dijual ke supermarket, ungkapnya. Gus mengatakan pola yang dilakukan saat ini membuat hidro tani sejahtera akan melakukan pemberdayaan mulai dari pembibitan sampai panen. “Kita juga akan awasi dan cek ke petani plasma bagaimana kondisi panennya,” tambah Gus lagi.

Sebab nanti dia mengaku perlu menjaga kualitas. “Jangan sampai ada hasil panen yang tidak bagus. Kita harus jaga itu. Makanya kita tempatkan orang per orang untuk mengunjungi kebun-kebun plasma nantinya,” jelas Gus Irawan.

Gus Irawan Pasaribu yang juga ketua Himpunan Kerukutan Tani Indonesia (HKTI) menyatakan sistem yang digunakan dalam pemasaran sayur ke supermarket di Medan dengan konsinyasi. “Artinya barang laku terjual baru ada bagi hasil. Formulasi ini tepat. Dan sepertinya memang permintaan tetap tinggi,” kata Politikus Gerindra itu.

Check Also

Istimewa

Gus Irawan: Petani Kita Punya 3 Kelemahan Utama

MEDAN, WOL – Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumut Gus Irawan Pasaribu mengungkapkan kalangan ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.