Home / Medan / STKIP Pangeran Antasari Gelar Workshop Interpersonal Skill
Meryl Saragih foto bersama Pembina STKIP Pangeran Antasari, Drs Hilman Haidir MPd, Ketua STKIP Pangeran Antasari Azizah Husda SS MHum beserta jajaran. (WOl Photo)

STKIP Pangeran Antasari Gelar Workshop Interpersonal Skill

MEDAN, Waspada.co.id – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pangeran Antasari (STKIP-PA) menggelar Workshop Interpersonal Skill dengan tema ‘Strengthening Professionalism and Communication’, di kampus tersebut baru-baru ini.

Acara tersebut dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Pangeran Antasari, Dr Tommy Leonard SH MKn, Pembina STKIP Pangeran Antasari, Drs Hilman Haidir MPd beserta jajaran.

Pelatihan Interpersonal Skills itu menghadirkan Meryl Saragih sebagai pembicara. Wanita kelahiran 18 Mei 1990 ini memberikan motivasi kepada mahasiswa STKIP Pangeran Antasari bagaimana mengenali diri, kemampuan dan kelemahan diri, sekaligus memberikan tips-tips agar hidup semakin hari semakin ‘meningkat’ naik ke atas.

Meryl Saragih tampak berapi-api mengajak mahasiswa STKIP Pangeran Antasari, untuk mengidentifikasikan siapa diri kita sebenarnya, siapa ‘identitas’ diri kita sebenarnya dan apa tujuan hidup kita di dunia ini. Karena ini merupakan langkah awal dan yang paling penting untuk menentukan masa depan.

Di dalam hidup ini kita, katanya, seringkali dihadapkan dengan berbagai pilihan yang terkadang membuat kita bingung. Apalagi kita dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang menurut kita semuanya penting.

“Dalam hal ini, menentukan prioritas sangatlah membantu kita untuk menghadapi pilihan-pilihan yang kadang-kadang membuat kita bingung. Anda tidak akan kebingungan lagi dalam menentukan pilihan karena anda akan memutuskan sesuatu berdasarkan skala priorioritas Anda,” ujarnya.

Ketua STKIP Pangeran Antasari, Azizah Husda SS MHum, mengatakan tuntutan menjadi perguruan tinggi yang pembelajaran dan berbasis teknologi sesuai visi STKIP-PA adalah melaksanakan kegiatan yang mengacu pada standar-standar perguruan tinggi yang sehat dan baik di mata masyarakat.

“Namun yang paling penting STKIP-PA menghasilkan lulusan calon pendidik/guru yang kompetensinya sesuai dengan visi misi STKIP-PA yang pembelajarannya berbasis teknologi,” katanya.

Karena itu, kata Azizah, STKIP-PA selalu berupaya keras untuk merangsang tumbuhnya kualitas suasana budaya kreatif di lingkungan civitas akademik khususnya di kalangan mahasiswa yang setiap kali menjadi agenda tetap STKIP-PA lewat kegiatan ilmiah dan edukatif, sehingga keberadaan STKIP-PA menjadi unggul dan semakin maju diminati banyak masyarakat.

Menurut Azizah, pelatihan ini bersifat social skill yang signifikan dalam menentukan atau memotivasi kesuksesan terhadap seseorang yang keterkaitannya ke psikologi seperti kesabaran, tanggung jawab, berfikir keras, kolaboratif yang manfaatnya bukan hanya untuk individu tetapi juga untuk karir dan interaksi dalam bermasyarakat.

Ketua Yayasan Pendidikan Pangeran Antasari, Dr Tommy Leonard SH MKn, kepada wartawan, Sabtu (21/7) kemarin, menyatakan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, pihaknya terus beruapaya melakukan yang terbaik, termasuk menghadirkan pakar-pakar yang ahli dibidangnya.

Dikatakan, menjadi seorang pendidik/guru harus memiliki intelektual, bertanggung jawab dan mempunyai moralitas tinggi. Agar, kelak di masa mendatang menjadi pendidik yang memiliki sikap intelektual yang tinggi.

“Demi menghasilkan kualitas lulusan STKIP Pangeran Antasari yang baik, maka sudah menjadi keharusan untuk memberikan pelatihan atau menggelar kegiatan seperti ini kepada mahasiswa, sehingga mahasiswa STKIP Pangeran Antasari memiliki skill pembelajaran yang baik,” pungkasnya.(wol/mrz/data1)

Check Also

PR Sumatera Bergerak Dukung Penguatan Reputasi Bangsa

BATAM, WOL – Hingga saat ini, Indonesia masih menghadapi masalah serius seputar citra dan reputasi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: