Home / Medan / Sindikat Sedot Darah Incar Anak Jalanan
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Medan, Surianto SH. (WOL Photo)

Sindikat Sedot Darah Incar Anak Jalanan

MEDAN, Waspada.co.id – Kasus ‘sedot’ darah anak-anak yang terjadi di kawasan Medan Amplas, menghebohkan masyarakat. Dengan bermoduskan akan memberi santunan pada anak yatim dan anak jalanan, diduga merupakan ulah sindikat untuk mengambil darah anak-anak yang masih di bawah umur.

Kondisi itu menjadi perhatian anggota DPRD Medan, Surianto SH. Pria yang akrab disapa Butong dan duduk di Komisi B yang membidangi kesehatan ini meminta agar pihak kepolisian mengusut kasus tersebut. Dia menduga ini merupakan sindikat calo darah.

“Jika dibiarkan akan semakin berbahaya, karena darah yang diambil darah anak-anak. Berbahaya bagi anak-anak, juga bagi yang menerima transfusi darah. Sebab sebelum diambil darah, harus dicek dulu kesehatan dan kelayakannya. Bukan sembarangan. Salah satu penyebaran HIV/AIDS melalui jarum suntik,” ujarnya, Rabu (12/9).

Lebih lanjut Butong meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak. Sebab dia meyakini, saat ini para calo darah mengintai anak-anak.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Medan ini menduga pihak rumah sakit memiliki andil. Karena darah yang disedot dari anak-anak itu diduga dijual ke sana. Sayangnya tanpa melalui proses standar kesehatan maupun kelaikan darah.

Selain meminta agar pihak kepolisian mengusut sindikat calo darah, dia mengingatkan masyarakat dan pelaku medis bahwa perdagangan organ tubuh merupakan suatu hal yang dilarang.

“Kita minta polisi mengusut kasus ini. Masyarakat sudah takut karena sekarang ini calo-calo darah mengintai anak-anak mereka. Tangkap para pelakunya, rumah sakit yang terlibat juga harus diproses hukum. Biar ada efek jera,” tegasnya.

Sekedar diketahui, beberapa hari lalu puluhan anak yang diperkirakan berjumlah 30 orang dikumpulkan di rumah kosong di Jalan Tuar, Kecamatan Medan Amplas. Mereka berkumpul lantaran dibilang akan diberi santunan untuk anak yatim dan anak jalanan. Tak disangka, ternyata darah mereka disedot dengan jarum suntik. Lalu mereka diberi uang Rp50 ribu dan sebungkus nasi. Kasus ini pun telah ditangani Polsek Patumbak.(wol/mrz/data1)
Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

DPRD: Jukir di Medan Tak Punya Etika

MEDAN, Waspada.co.id – Anggota Komisi D DPRD Medan, Godfried Effendi Lubis, menyebut juru parkir (jukir) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: