_
Home / Medan / Siapkan Mobil Derek, Dishub Medan Butuh Rp3,8 Miliar
WOL Photo

Siapkan Mobil Derek, Dishub Medan Butuh Rp3,8 Miliar

MEDAN, Waspada.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan mengaku butuh penambahan Rp3,8 miliar di P-APBD 2019. Anggaran itu, kata Kepala Dinas Perhubungan Medan, Iswar Lubis, diperuntukkan membeli mobil derek untuk mengatasi parkir liar yang selama ini kerap menjadi masalah dan memicu kemacatan arus lalulintas di Kota Medan.

“Pada P-APBD 2019 kami ada mengusulkam penambahan anggaran sebesar Rp3,8 miliar,” ujarnya dalam rapat pembahasan P-APBD 2019 yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Medan Abdul Rani, Kamis (15/8).

Dikatakan, selain untuk pengadaan pembelian mobil derek, anggaran Rp3,8 miliar yang ditambah di P-APBD 2019 digunakan untuk pembelian sparepart dan pergantian pintu parkir otomatis yang dikelola oleh Dishub Medan yakni di sisi Timur Skybridge Lapangan Merdeka Medan.

Dikatakan, apabila usulan pembelian mobil derek tersebut disetujui maka penerapan sanksi penderekan bagi kendaraan yang parkir di sembarang tempat akan diberlakukan efektif. “Kesulitan selama ini menertibkan parkir liar dan sembarangan karena kami tidak punya mobil derek,” bebernya.

Dalam pembahasan itu sejumlah anggota Komisi IV justru menyoroti lemahnya Dishub Medan menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir tepi jalan yang menjamur di hampir seluruh kawasan di kota Medan.

Sebut saja, kata anggota Komisi IV Hendra DS parkir tepi jalan di Jalan Tengku Daud, Jalan Kartini tepatnya di samping Brastagi Buah serta di kawasan Merdeka Walk.

“Kita bingung, kemana uang retribusi parkir itu. Karena parkir di kawasan itu diduga bukan dikelola oleh Dishub,” tanyanya yang diaminkan anggota Komisi IV lainnya Parlaungan Simangunsong.

Menimpali pernyataan Hendra DS, Parlaungan Simangunsong mendorong Dishub Medan melakukan penataan dan pendataan terhadap lokasi-lokasi parkir yang ada di Medan.

Menyahuti permintaan itu, Iswar Lubis mengaku kalau PAD Medan dari sektor retribusi parkir memang kondisi drop.

“Di mana, hingga saat ini baru 25 persen potensi PAD dari retribusi parkir yang terserap. Ke depan, untuk meningkatkan potensi PAD itu, kami akan berupaya menerapkan sistem tender terhadap satu kawasan parkir dan bagi yang mau mengelola harus mau deposit,” tandasnya. (wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

DPRD Minta Aparat Penegak Hukum Selidiki Dugaan Korupsi di Disdik Medan

MEDAN, Waspada.co.id – Anggota Komisi II DPRD Medan, Rajuddin Sagala, meminta penegak hukum segera menyelidiki ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.