Home / Medan / Seniman Karo Deklarasikan Forsase Jumat Malam di Balai Zeqita
Ketua Forum Sosial Seniman Ermediate (Forsase), Moses Pinem, didampingi pengurus, memberikan keterangan persnya di Cafe Zeqita Jalan Jamin Ginting, Medan, Senin (24/9). (foto: WOL Photo/Sastroy Bangun)

Seniman Karo Deklarasikan Forsase Jumat Malam di Balai Zeqita

MEDAN, Waspada.co.id – Seniman Karo yang berasal dari berbagai daerah bersatu dan akan menggelar deklarasi Forum Sosial Seniman Ermediate (Forsase) Periode 2018-2020, di Gedung Balai Zeqita, Medan, Jumat (28/9) sekira pukul 20.00 WIB.

Ketua Forsase, Moses Pinem, menuturkan kepada Waspada Online, dibentuknya Forum Sosial Seniman “Ermediate” (Peduli) ini, tidak lain karena perkumpulan atau komunitas pekerja seni Karo tidak ada lagi.

“Inilah ikhwal timbul ide untuk membuat Forsase. Terbentuknya forum ini di bulan Februari lalu. Kedepannya nanti forum ini akan kami kembangkan lagi ke penggalian dan pelestarian seni budaya Karo. Setelah itu baru kita bentuk lagi sayap atau devisi agar Forsase bisa dikenal di kancah tingkat nasional dan internasional,” ujar musisi dan penyanyi Karo terkenal ini, di Cafe Zeqita Jalan Jamin Ginting, Medan, Senin (24/9) sore.

Menurut Moses lagi, organisasi ini memang harus segera dibentuk sebagai tempat untuk melindungi seniman seni dan sosial. Sekaligus tempat berkeluh kesah sesama seniman Karo. Bahkan, forum ini juga terbentuk tidak ada campur tangan pihak luar.

“Semuanya terbentuk murni atas keinginan sesama seniman. Sejauh ini, kita juga sudah melakukan aksi sosial untuk memberikan bantuan kepada korban pengungsi dampak meletusnya Gunung Sinabung di empat kecamatan yakni, kecamatan Payung, Tiganderket, Namanteran, dan Simpang Empat,” tukasnya, didampingi Penasehat Raja Edward Sebayang, Wakil Penasehat Netty Vera Bangun, Humas Jovri Tarigan, Wakil Humas Berlian br Sitepu, Wakil Bendahara Rosa br Sembiring, Wakil Sekretaris Ria br Tarigan, Kordinator acara Deklarasi Forsase, Antha Pryma Ginting, Berti Ginting, Penasehat Amirudin Surbakti, Sekretaris Stepen Pedro Ginting, dan Floren br Bangun.

Hal senada disampaikan Ketua Dewan Penasehat Forsase, Sudarto Sitepu, berharap melalui Forsase seni budaya Karo bisa terus digali dan dipertahankan sampai seterusnya.

“Kita minta dengan Forsase, harkat dan martabat para pelaku seni bisa dipandang. Kita juga berupaya melalui wadah ini akan dibentuk badan hukum. Itu dilakukan untuk mencari peluang di luar seni melalui akses yang sangat terbuka untuk lebih mensejahterakan para pelaku seni,” harap Sudarto yang dikenal lagu ciptaannya ‘Kaperas Tongging.’

Kordinator acara Deklarasi Forsase, Antha Pryma Ginting, menjelaskan acara Deklarasi Forsase nanti akan digelar dalam tiga rangkaian acara. Yakni pagelaran dan pertunjukkan, deklarasi dan hiburan artis. Di sini akan digelar fashion show pakaian adat Karo dari tahun 1950 hingga saat ini.

“Jadi, nanti model yang peragakan pakaian adat ini yakni penyanyi, musisi dan pelawak Karo. Acara ini nanti pasti akan terlihat lucu dan menarik. Itu semua untuk mengenang dan tahu pakaian adat Karo masa lalu dan masa kuni,” jelasnya seraya menambahkan Deklarasi Forsase bakal dihadiri artis Ibukota Ramona Purba.

Antha juga tambahkan, deklarasi ini juga bakal turut dihadiri Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, pejabat DPRD Medan, DPRD Sumut, pejabat kabupaten kota, seluruh para pekerja seni karo, seniman yang berada di Toba, Langkat, Dairi, Simalungun, Melayu, dan lain-lain.

“Kita menargetkan 1000 undangan akan hadir dalam Deklarasi Forsase. Bagi seniman Karo yang ingin bergabung silahkan mendatangi Sekretariat kantor Forsase di Jalan Jamin Ginting KM 9, Perumahan Grand Sumatera No.9, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan,” tukas penyanyi terkenal Antha Pryma Ginting.(wol/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: