Home / Medan / Sengketa Wisma Kartini, DPRD Akan Panggil Pengurus dan BPN
WOL Photo

Sengketa Wisma Kartini, DPRD Akan Panggil Pengurus dan BPN

MEDAN, Waspada.co.id – Komisi A DPRD Medan dalam waktu dekat ini akan memanggil pengurus Yayasan Gedung Wanita Kartini dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Langkah tersebut dilakukan agar status Wisma Kartini pasca terbakar bisa dilakukan pembenahan kembali untuk diaktifkan sebagai tempat berkumpulnya organisasi wanita di Sumatera Utara.

“Pertemuan ini merupakan pertemuan kedua kalinya kita lakukan, tapi tetap saja pihak Yayasan Wisma Kartini tidak hadir. Dan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) juga sangat kita sayangkan hadir, tapi tidak membawa berkas sama sekali sehingga sebelum dimulai pertemuan kita minta kembali ke kantor,” ucap Ketua Komisi A DPRD Medan, Andi Lumbangaol, usai pertemuan, Senin (10/9) kemarin.

Dikatakan, pihaknya tetap kepada komitmen awal memberikan dukungan sepenuhnya terhadap Badan Kerja sama Organisasi Wanita (BKOW) Sumut yang mempertahankan lahan Wisma Kartini, untuk tetap dijadikan sebagai tempat berhimpunnya Organisasi Wanita di Sumut.

“Artinya, lahan dan gedung yang terbakar itu memiliki nilai sejarah yang harus dipertahankan. Maka, DPRD dalam hal ini Komisi A akan mendukung sepenuhnya upaya-upaya BKOW untuk terus mempertahankan aset tersebut. Namun dalam pertemuan ini tetap saja pihak yayasan tidak mau hadir,” katanya yang berjanji akan menindaklanjuti hal ini dengan menghadirkan pihak terkait untuk penyelesaian.

Justru Andi merasa curiga terkait dengan status lahan yang sudah memiliki Hak Guna Bangunan (HGU). “Untuk mengeluarkan HGU bukan mudah ada tahapan yang harus dilalui. Justru pihak BPN mengeluarkannya ini patut ditelusuri serta kita pertanyakan atas nama siapa dan siapa yang mengajukan,ini masih sangat janggal sekali,” ujarnya.

Bagian Aset Pemko Medan, Nurmala Sari, menyatakan bahwa Wisma Kartini bukan bagian dari aset Pemko Medan karena tidak pernah masuk dalam data aset walaupun dirintis oleh Wali Kota terdahulu.

Sebelumnya Ketua BKOW Sumut Hj Kemalawati SH dan Sekretaris Hj Risnawati Siregar, menyampaikan asal usul berdirinya Gedung Wanita Wisma Kartini. Pada Tahun 1958, Ny Basyrah Lubis dalam kedudukannya selaku istri Wali Kota Medan, mendirikan Yayasan Gedung Wanita Sumatera Utara. Yayasan ini mendapat sumbangan sebidang tanah dengan Hak Izin Bangunan dari Pemda Kota Medan beralamat Jalan Cik Ditiro Nomor 1 Medan. Sayangnya akibat situasi politik saat itu, saling gagal menggagalkan, sehingga Yayasan ini tidak berhasil mewujudkan cita-citanya.

Pada Tahun 1962, Atas Dasar Surat dan anjuran Kongres Wanita Indonesia (Kowani) di Jakarta pada tahun 1962, agar di Sumatera Utara khususnya Kota Medan, dapat dibentuk Wadah Persatuan Organisasi Wanita, maka Ny Basyrah Lubis (Isteri Wali Kota Medan pada saat itu), mengambil inisiatif untuk membentuk wadah sebagaimana dimaksud dengan nama Badan Kontak Wanita dan Organisasi Wanita (BKWOW).

BKWOW yang berdiri tahun 1962, tersebut dapat dikatakan sebagai embrio atau cikal bakalnya Badan Kerja sama Organisasi Wanita (BKOW) Sumatera Utara. Pada awal berdirinya BKWOW hanya beranggotakan 18 Organisasi Wanita dan 7 orang wanita sebagai pribadi, dengan Ketua Ny. Basyrah Lubis dan Ny Dahlan sebagai Sekretaris.‬

Sampai tahun 1965, jumlah Organisasi yang bergabung dalam BKWOW sudah ada 35 Organisasi yang bergabung dalam BKWOW. Pada tahun 1968 berdiri pula sebuah organisasi dengan tujuan yang sama diprakarsai oleh Ny Kusno Uto.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Tim Gabungan Kembali ‘Babat’ 6 Unit Papan Reklame Bermasalah

MEDAN, Waspada.co.id – Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, membuktikan komitmennya untuk terus melanjutkan pembongkaran papan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: