_
Home / Medan / Sekda Medan Harus Pertimbangkan Ribuan THL di Rumahkan
Ketua Komisi B DPRD Medan, HT Bahrumsyah. (WOL Photo/Muhammad Rizki)

Sekda Medan Harus Pertimbangkan Ribuan THL di Rumahkan

MEDAN, Waspada.co.id – Kebijakan Pemko Medan melalui Sekretaris Daerah, Wirya Alrahman, untuk memberhentikan ribuan tenaga harian lepas (THL) di jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Medan dinilai tidak mendasar bahkan melanggar aturan. Untuk itu, Pemko diminta supaya mengurungkan niat pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap THL karena akan menimbulkan masalah.

Penegasan itu disampaikan Ketua Komisi B DPRD Medan, HT Bahrumsyah, kepada sejumlah awak media di gedung dewan, Rabu (27/3).

Menanggapi kebijakan Sekda Medan berencana merumahkan ribuan THL yang sudah bekerja belasan tahun. “Ini tindakan arogansi dan semena-mena dari Sekda. Kita tetap menolak bahkan tidak setuju bila ada pengurangan THL alasan efisiensi. Apalagi itu kebijakan sendiri oleh Sekda,” tegas Bahrumsyah.

Dikatakan, selaku dirinya Ketua DPD PAN Kota Medan, keberadaan THL tidak ada masalah yang urgen, sebab penggajian 7.000-an THL di jajaran Pemko Medan sudah dialokasikan di APBD Pemko Medan 2019. Penetapan anggaran itu sesuai pengajuan masing-masing pimpinan OPD jajaran Pemko Medan ke DPRD sebelumnya. Karena memang, masing-masing OPD membutuhkan penambahan tenaga kinerja honor bekerja di UPT tiap dinas.

“Tim penyusunan anggaran Pemko Medan mengajukan anggaran ke DPRD Medan dan kita setujui. Lantas kenapa sekarang tiba-tiba THL mau diberhentikan, ada apa,” herannya.

Diterangkan Bahrumsyah, kalau hanya alasan efisien anggaran, tidak perlu pengurangan tenaga honor. Tetapi untuk penerimaan baru tentu sepakat distop.

“Bagi yang sudah direkrut masing-masing OPD silahkan supaya diberdayakan menggali potensi PAD yang cukup besar dan selama ini belum terjamah,” sarannya.

Bahrumsyah mengaku sangat menyayangkan konsep Sekda Medan yang tidak jelas. Seharusnya, kalau memang ada pengurangan harus ada kajian. “Kan kasihan mereka (THL) jika di rumahkan, mau makan apa keluarganya,” bebernya.

Bahrumsyah sangat menyayangkan, sikap Sekda Medan yang sangat bertolak belakang dengan konsep pemerintah yakni mensejahterakan masyarakat dengan memberdayakan sumber daya manusia (SDM) serta menciptakan lapangan kerja bagi warganya.

“Kok malah terbalik terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan alasan yang dibuat-buat? Itu sama halnya mematikan hidup orang banyak,” terangnya seraya menambahkan saat ini saja sudah menyiksa THL di jajaran Pemko Medan karena belum membayar gaji selama 3 bulan.

Untuk itu, Bahrumsyah dengan tegas mengatakan, pihaknya (DPRD Medan, red) siap menampung pengaduan THL Pemko Medan jika terjadi PHK.

“Komisi B DPRD Medan siap menerima laporan tenaga honor yang di PHK. Silahkan lapor ke Komisi B, kalau memang di PHK tentu ada pesangonnya,” imbuhnya.

Dalam keterangan akhir, pada prinsipnya Bahrumsyah sepakat jika dilakukan evaluasi kinerja bagi tenaga honor. Artinya, jika benar-benar bolos dan tidak bisa kerja tentu pantas dievaluasi. Dan bagi mereka yang sudah mengabdi supaya dilatih bekerja maksimal bersama membangun Medan.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

DPRD: Perbaikan Jalan Tak Kunjung Beres, Diduga Ada Mafia Proyek

MEDAN, Waspada.co.id – Banyaknya jalan rusak dan tidak adanya perbaikan signifikan terhadap infrastruktur di Kota ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.