_
Home / Medan / Sebelum Dibongkar, Komisi III DPRD Medan Sidak ke Pusat Pasar
WOL Photo

Sebelum Dibongkar, Komisi III DPRD Medan Sidak ke Pusat Pasar

MEDAN, Waspada.co.id – Komisi III DPRD Kota Medan akan melakukan sidak langsung ke lapak pedagang Pusat Pasar Medan sebelum dilakukan pembongkaran 75 kios lantai III dan dipindahkan ke lantai IV oleh Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Medan.

Hal ini menjadi kesimpulan rapat dengar pendapat (RDP) di ruang komisi, yang turut dihadiri Assosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSINDO), Kabid Ekonomi Bappeda Medan Regen, Anggota Badan Pengawas Badan Usaha Sekretariat Daerah Kota Medan Nasib dan Dirut PD Pasar, Rusdi Sinuraya, Selasa (23/7).

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Medan, Boydo HK Panjaitan juga dihadiri anggota lainnya Jangga Siregar, Duma Sari Hutagalung, dan Modesta Marpaung, meminta PD Pasar menyelesaikan terlebih dahulu bangunan di lantai IB sebagai lokasi baru untuk pedagang yang akan direlokasi, serta penataan lokasi foodcourt.

“Senin depan kita jadwalkan langsung ke lokasi lapak pedagang dan setelah itu Komisi III rapat internal menentukan rekomendasi selanjutnya. Di lapangan nanti kita akan lihat apakah memang perlu 75 pedagang itu direlokasi dengan alasan bangunan di lantai II yang sudah ditempati pedagang dari tahun 2017 dan telah membayar iuran dan distribusi ke PUD Pasar merupakan fasilitas umum,” ujarnya.

Memang yang menjadi keanehan, sebut Boydo, alasan Pemko Medan melalui PUD Pasar melakukan pembongkaran di lapak pedagang yang awalnya tidak ada masalah. “Kalau bangunan sudah dibangun ya tidak perlu lagi relokasi atau memindahkan pedagang. Belum lagi lokasi baru untuk pedagang di lantai IV juga belum selesai dibangun dan penataan foodcourt belum dilakukan,” ungkapnya.

Sementara anggota Komisi III DPRD Medan, Dame Duma Sari Hutagalung, menyatakan pembangunan 75 kios di Pusat Pasar sebenarnya tidak diperkenankan sejak zaman Rahudman Harahap sebagai Wali Kota Medan. “Bahkan dari zaman Wali Kota pak Bahtiar Djafar sudah tidak boleh dibangun kios disana, karena itu fasilitas umum. Tapi saya yakin mana mungkin pak Rusdi mau bangun kios yang dilarang, kalau tidak ada sesuatu,” bebernya.

Kabid Ekonomi Bappeda Kota Medan, Regen, mengungkapkan kebijakan Direksi PUD Pasar yang membangun 75 kios di Pusat Pasar keliru. “Pembangunan 75 kios salah karena tidak mendapat persetujuan badan pengawas,” terangnya.

Anggota Badan Pengawas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Setda Kota Medan Nasib, mengungkapkan kesalahan yang di lakukan direksi PUD Pasar Kota Medan yakni membangun 75 kios tanpa persetujuan badan pengawas. Selain itu, pembangunan 75 kios itu juga tidak ada di dalam Rencana Kerja Perusahaan Daerah (RKPD). Apalagi, PUD Pasar juga membuat Memorandum Of Understanding (MoU) dengan pihak ketiga. Kedua hal itu dilakukan tanpa persetujuan badan pengawas.

“Apa yang dilakukan direksi saat ini terkait pembangunan 75 kios sudah diperiksa oleh Inspektorat, berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) 3 direksi yakni Direktur Utama, Direktur Operasional dan Direktur Pengembangan dinyatakan bersalah. Kalau jenis sanksinya tanyakan langsung ke Inspektorat, mereka yang mengeluarkan. Tapi ada beberapa jenis sanksi, seperti pemberhentian, teguran lisan dan tertulis. Usulan sanksinya sudah disampaikan ke Wali Kota untuk dimintai persetujuan,” tegas Nasib.

Dirut PUD Pasar Kota Medan Rusdi Sinuraya menjelaskan, permohonan bangunan telah dimasukkan di P-APBD dan disahkan RKAP. “Kita kerja sesuai aturan. Proses melaksanakan bangunan itu sesuai ayuran dasar hukum Perda Nomor 31 tahun 2013 ataupun Perwal. Dan kita juga telah minta ke dewan pengawas persetujuan adanya perluasan pasar dengan menjebol dinding,” pungkasnya.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Bangunan Tahfidz Quran Dirobohkan, Kenapa Centre Point Dibiarkan?

MEDAN, Waspada.co.id – Anggota DPRD Medan, Jumadi S.Pdi, menilai Pemerintah Kota Medan melakukan standar ganda ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.