_
Home / Medan / Sebarkan Info Hoaks, Dosen USU Divonis 1 Tahun Penjara
WOL Photo

Sebarkan Info Hoaks, Dosen USU Divonis 1 Tahun Penjara

MEDAN, Waspada.co.id – Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan vonis 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun terhadap Himma Dewiyana Lubis (45), dosen di Universitas Sumatera Utara (USU).

Pasalnya, ia terbukti bersalah terlibat kasus ujaran kebencian pasca teror bom Surabaya 2018 lalu.

“Terdakwa melanggar Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Menimbulkan rasa kebencian terhadap suku dan agama,” kata majelis hakim yang diketuai Riana Pohan, Kamis (23/5).

Diketahui, putusan tersebut sama seperti tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejati Sumut, Tiorida Juliana Hutagaol.

Pasca putusan itu, Himma bisa melengkapi bebas karena vonis majelis hakim tersebur hanya bersifat hukuman percobaan.

“Jadi, selama 2 tahun ini jika Anda membuat tindak pidana maka akan dipenjara selama 1 tahun denda 10 juta subsider 3 bulan,” jelas Riana Pohan.

Sebelumnya, dalam dakwaan JPU, Himma Dewiyana Lubis, menuliskan ujaran kebencian berbau SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) melalui media sosial facebook, pascateror bom di Surabaya Tahun 2018.

Himma menuliskan kalimat “Skenario pengalihan yang sempurna #2019GantiPresiden“ dan “Ini dia pemicunya Sodara, Kitab Al-Quran dibuang “ dalam akun facebook miliknya pada 12 Mei 2018.

“Bahwa pada 12-13 Mei 2018 di Jalan Melinjo 2 Kompleks Johor Permai, Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),” ujar Tiorida.

Saat itu, lanjut JPU, pada 17 Mei 2018 personel Subdit II Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sumut sedang melakukan patrol siber dengan sasaran media sosial yang menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian di kantor Ditreskrimsus Polda Sumut.

Petugas menemukan postingan terdakwa dan mulai melakukan penyelidikan. Pada hari itu juga, petugas mengintrogasi dan terdakwa mengakui tulisan tersebut adalah tulisannya.

“Bahwa terdakwa membuat caption/tulisan di dalam akun facebook Himma Dewiyana tersebut karena merasa kesal, jengkel dan sakit hati atas kepemimpinan Bapak Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia, di mana sembako pada naik/mahal, tarif listrik naik/mahal dan semua keperluan/kebutuhan sehari-hari pada naik/mahal,” pungkasnya.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Ops Ketupat, Poldasu Tilang 169 Pengendara di Hari ke-6

MEDAN, Waspada.co.id – Memasuki hari ke enam Operasi Ketupat Toba 2019, Polda Sumut dan jajaran ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: