_
Home / Medan / Satgas Anti Begal Ditempatkan di 28 Titik Rawan Kota Medan
WOL Photo/M. Rizki

Satgas Anti Begal Ditempatkan di 28 Titik Rawan Kota Medan

MEDAN, WOL – Kapolresta Medan, Mardiaz Kusin Dwihananto, berjanji akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Medan, meskipun jumlah personilnya hanya berjumlah 2.400.

Dikatakan, salah satu upaya yang dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat saat ini, pihaknya  telah membentuk Satgas Anti Begal (SAB). Satgas ini terdiri dari polisi berpakaian preman dan Shabara. Mereka selanjutnya ditempatkan di 28 titik rawan di jalan-jalan utama di Kota Medan. Mereka siap untuk melindungi para warga yang berpergian dengan mengendarai sepeda motor, terutama tengah malam.

“Bagi warga yang membutuhkan perlindungan saat berkenderaan pada malam hari, terutama tengah malam, mereka bisa minta kepada petugas SAB. Sebab, mereka kita tempatkan di pos-pos lantas yang ada di jalan-jalan utama Kota Medan,” paparnya dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Balai Kota Medan, Kamis (15/9).

Ditambahkan, berdasarkan hasil pengungkapan selama ini, hampir 90 persen pelaku begal merupakan remaja berusia antara 18-19 tahun keatas. Usai melakukan begal, hasilnya dibagi rata dan dipergunakan membeli narkoba. “Tidak satupun pelaku yang mengaku uang hasil begal digunakan untuk biaya kehidupan,” jelasnya.

Oleh karenanya itulah bilang Mardiaz, pihaknya terus membatasi ruang peredaran narkoba, termasuk 38 lokasi yang dijadikan tempat peredaran narkoba dengan terus melakukan razia. Di samping itu Kapolresta mensinyalir warnet-warnet yang beroperasi sampai tengah malam dan pagi hari dijadikan tempat tongkrongan para begal sebelum beraksi.

Selanjutnya dalam pertemuan ini, Kapolresta juga mengajak FKUB, Kementrian Agama Kota Medan, tokoh agama untuk mendeteksi pengajian-pengajian yang ada di Kota Medan. Hal ini dilakukan dalam rangka menghempang paham radikalisme. Pasalnya berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap pelaku aksi teror di salah satu gereja di Kota Medan belum lama ini, mengaku pernah mengikuti salah satu pengajian di Jalan Setia Budi.

Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, segera menindaklanjuti semua masukan-masukan yang tertuang dalam pertemuan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki Pemko Medan. Khusus untuk warnet, Akhyar minta agar Dinas Kominfo Kota Medan segera melakukan razia warnet yang tidak memiliki izin dan melanggar waktu operasional.

Di samping itu akan memantau lokasi penjualan onderdil bekas di sejumlah lokasi di Kota Medan. Sebab, ditengarai sepeda motor hasil pembegalan selanjut ‘dicincang’ dan dijual kepada para pedagang onderdil bekas tersebut.

“Terkait peredaran narkoba, kita minta kelurahan-kelurahan menjadi satgas anti narkoba dimana unsur intinya terdiri dari lurah, babinsa dan babin kanitbmas serta tokoh agama dan tokoh masyarakat sehingga ada sentral penanganan narkoba di tingkat kelurahan,” tutupnya.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Dzulmi Eldin Tersangka, Warga Medan Berkomentar

MEDAN, Waspada.co.id – Ditetapkannya Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin sebagai tersangka kasus dugaan suap ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.