Breaking News
_
Home / Medan / Ruko di Jalan Pinang Baris 2 Komplek Cina Resahkan Warga
WOL Photo

Ruko di Jalan Pinang Baris 2 Komplek Cina Resahkan Warga

MEDAN, Waspada.co.id – Pindahkan parit 1 meter hingga ke pinggir jalan umum, pemilik 10 rumah toko (ruko) di Jalan Pinang Baris 2 Komplek Cina Pasar V, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal didemo warga, Rabu (17/10).

Dalam aksinya, warga juga memampangkan sejumlah poster yang berisi pernyataan agar pemilik ruko tidak mengambil fasilitas umum demi kepentingan pribadinya. Namun pemilik ruko, Par alias Akok yang ditunggu warga tidak juga muncul menemui pendemo yang ingin membicarakan masalah bangunan yang sudah ‘makan’ jalan tersebut.

Perwakilan warga, Erik Sandiono, mengatakan bangunan 10 ruko itu sudah sangat menganggu fasilitas umum dan membangun hingga ke pinggir jalan, bahkan di atas parit yang dulunya ada. Untuk mengelabui petugas, pemilik bangunan membuat parit baru dan menggesernya 1 meter ke depan, sehingga jalan menjadi sempit.

Dijelaskan, dahulunya jalan bisa dilalui 2 mobil yang berselisih, dan bisa parkir. Namun kini, jalan bisa dilalui untuk 1 mobil saja. Parahnya lagi, pemilik bagunan menembok hingga ke badan jalan selebar hampir 1 meter sehingga jalan ke Gang Lapangan menjadi sempit. Bahkan setelah tembok, pemilik bangunan juga meninggikan jalan persis di bangunannya sehingga mempersulit kendaraan masuk dan keluar Gang Lapangan.

“Kami paling khawatir kalau terjadi kebakaran di Gang Lapangan. Mobil pemadam kebakaran pasti tidak bisa masuk, karena jalannya menjadi sempit,” ujarnya yang diamini warga lainnya.

Ditambahkan, bangunan itu sempat terhenti sekitar 4 tahun karena tidak memiliki izin. Bahkan Pemko Medan sempat memasang plang larangan membangun. Seiring waktu berjalan, tidak diketahui kelanjutannya, tiba-tiba pemilik bangunan menyuruh tukangnya untuk kembali membangun. Kesalnya warga, saat diperingatkan pemilik bangunan malah menantang warga kalau memang bisa menghalangi pembangunan ruko-nya.

Parahnya lagi, pemilik bangunan menyuruh seseorang untuk mencabut tiang Telkom dan kabelnya dililitkan di tiang listrik. Tiang listrik yang ada di dekat bangunannya juga hendak dipindahkan ke depan rumah warga, namun ditolak warga sehingga tidak jadi.

Sementara itu Kepling XII, Lela yang turun ke lokasi saat ditemui para awak media, mengatakan pihaknya sudah pernah mengingatkan pemilik bangunan agar membongkar bangunannya yang memakai fasilitas umum.

“Sempat terhenti pembangunannya. Entah kenapa dan siapa backingnya hingga kembali dibangun,” jelasnya.

Lela juga menyebutkan, kemarin lurah dan sejumlah perangkat kelurahan turun dan memerintahkan agar pemilik bangunan membongkar bangunan yang memakan badan jalan. Setelah lurah pergi, pembongkaran kembali terhenti dan hari ini pihaknya akan memantau proses pembongkaran itu sampai selesai.

Anggota Komisi D DPRD Medan, Daniel Pinem, mengatakan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan harus turun ke lapangan memeriksa bangunan bermasalah itu. Kalau memang tidak ada IMB-nya, Pemko Medan harus tegas dengan merubuhkan bangunan itu.

Tidak adanya IMB, artinya bangunan itu liar dan merugikan Pemko Medan. “Pemko Medan tidak mendapatkan PAD dari IMB yang seharusnya diurus,” tukasnya.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

DPRD Sarankan Pemko Medan Lakukan Peremajaan Pohon

MEDAN, Waspada.co.id – Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Medan, Ilhamsyah, meminta Pemerintah Kota Medan melalui ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: