Home / Medan / RS Murni Teguh Sesalkan Parkir Liar di Depan Pintu Masuk
WOL Photo

RS Murni Teguh Sesalkan Parkir Liar di Depan Pintu Masuk

MEDAN, WOL – Keberadaan lokasi parkir liar sepeda motor dan mobil yang berada di Jalan Veteran, Kelurahan Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur, dinilai mengganggu kelancaran akses keluar masuk mobil ambulan menuju Rumah Sakit Murni Teguh sehingga pihak manajemen meminta Pemko Medan menindak lokasi pakir di Jalan Veteran tersebut.

Selain itu, juru parkir sengaja meletakkan sepedamotor di atas trotoar sehingga merampas hak-hak pejalan kaki.

Pantauan Waspada Online di lapangan, Senin (23/10), sejumlah sepeda motor milik para pengunjung Rumah Sakit Murni Teguh terlihat berbaris di pinggir Jalan Veteran sehingga membuat ruas jalan tersebut menjadi sempit. Apalagi banyak kendaraan roda empat dan beca bermotor mangkal di sepanjang ruas jalan tersebut. Bahkan, juru parkir sengaja membarikan puluhan sepeda motor di atas trotoar jalan menuju rumah sakit tersebut.

Keberadaan para juru parkir liar yang sengaja mempersempit ruas jalan tersebut mengakibatkan sejumlah mobil ambulans yang hendak keluar masuk rumah sakit tersebut jadi terkendala.

Humas RS Murni Teguh, Dian, menyebutkan pihaknya sudah pernah mengirim surat kepada Pemko Medan agar meniadakan parkir di samping rumah sakit itu, apalagi sebelumnya sudah ada terpasang tanda larangan parkir namun plang larangan parkir dicabut dan dibakar.

“Dulunya ada plang larangan parkir di samping RS namun tiba-tiba saja hilang dan dicabut. Bahkan, tanda larangan parkir lainnya terlihat dibakar oleh oknum-oknum tertentu,” sebutnya.

Menurut Dian, meski pihaknya sudah meminta agar lokasi parkir tersebut ditiadakan namun Pemko Medan, Sat Pol PP dan Dinas Perhubungan belum mengambil tindakan tegas terhadap juru parkir bahkan semakin banyak yang parkir setiap harinya.

Selain itu, tambah Dian, keberadaan oknum-oknum yang meminta uang upah bongkar muat terhadap sopir yang membawa barang-barang medis sangat meresahkan dan menggangu aktivitas bongkar muat.

“Kami sudah mengirim surat kepada Wali Kota, Dinas Perhubungan dan Sat Pol PP pada September lalu namun hingga sekarang ini tidak ada tindakan tegas,” ujar Dian seraya menambahkan pihaknya sangat mengharapkan agar parkir liar dan keberadaan pedagang kakilima segera ditiadakan.

Dian menambahkan, pihaknya juga sudah pernah mengirim keluhannya tentang keberadaan parkir dan premanisme lewat aplikasi Polisi Kita di media sosial.

“Pak polisi langsung datang dan oknum-oknum yang meminta uang bongkar muat menghilang. Beberapa hari menghilang, para oknum yang mengaku dari serikat pekerja muncul kembali,” pungkasnya. (wol/lvz)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Wali Kota Dukung Penuh Kopi Amal Peduli Palu, Donggala dan Sigi

MEDAN, Waspada.co.id – Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: