Home / Fokus Redaksi / RS Murni Teguh Akui Kesalahan Pengajuan Klaim Pasien Dinyatakan Meninggal
WOL Photo/Lihavez

RS Murni Teguh Akui Kesalahan Pengajuan Klaim Pasien Dinyatakan Meninggal

MEDAN, WOL – Direktur Utama RS Murni Teguh, dr Togar Siallagan MM AAK, angkat bicara atas laporan yang dilayangkan Feirizal Purba bersama kuasa hukumnya Muslim Moeis ke Polrestabes Medan, karena dinyatakan telah meninggal dunia.

Dalam persoalan itu pihaknya memang ada melakukan kesalahan administrasi (human error) dan sistem saat melakukan pengajuan klaim ke BPJS Kesehatan, atas perobatan yang dilakukan Feirizal.

“Kalau kita sebut human dan sistem error pada waktu pasien mendapatkan pelayanan dinyatakan meninggal, sehingga dikenakan biaya umum. Tapi sebenarnya itu nggak berdampak ke sistem kepesertaan,” ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (24/3).

Meski begitu, Togar mengungkapkan pihaknya bertanggungjawab atas kesalahan yang terjadi tersebut. Karenanya ia menyebutkan pihaknya segera melakukan perbaikan prosedur ke BPJS Kesehatan. Lalu, atas biaya perobatan di masa inatif Feirizal yang telah dikeluarkan diganti, dan kalau uangnya belum keluar maka akan dilayani secara gratis.

Disinggung mengenai laporan yang sudah dilayangkan Feirizal bersama kuasa hukumnya ke polisi, Togar mengaku jika dirinya akan menjalaninya. Namun ia menegaskan, jika dalam kasus ini pihaknya sudah mencoba untuk memperbaiki kesalahan mereka, dan merubahnya jika ada kekurangan.

“Apa boleh buat, ini sudah tanggung jawab manajemen. Jadi nanti akan kita lihat. Kalau sudah dilaporin bagaimana mau saya buat, kita jalani saja,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Feirizal Purba wartawan senior harian terbitan Medan,  bersama kuasa hukumnya Muslim Moeis melaporkan Direktur Rumah Sakit Murni Teguh dan Direktur BPJS Kesehatan ke polisi, Jumat (23/3). Pasalnya, ia mengaku jika dirinya dinyatakan telah meninggal dunia oleh pihak rumah sakit, padahal, Feirizal masih hidup dan sedang menjalani perobatan.

Kuasa hukum Feirizal, Muslim Moeis, mengungkapkan apa yang dilakukan pihak rumah sakit pada kliennya adalah perbuatan melawan hukum. Ia menjelaskan, kasus ini bermula ketika Feirizal berobat ke RS Murni Teguh pada 8 Februari silam. Ketika itu, Feirizal yang mengeluh sakit lambung dirujuk ke RS tersebut dengan mendaftar sebagai pasien BPJS. Setelah mendapat perawatan, Feirizal pun berniat pulang.

Namun kemudian pihak rumah sakit meminta tagihan perobatan. Feirizal pun menjelaskan bahwa ia adalah pasien BPJS.

“Tapi rumah sakit menyatakan dia sudah meninggal. Padahal, dia tunjukkan KK dan KTP, tapi mereka tidak mengindahkan pada saat itu dan dia dipaksa bayar karena menurut mereka sudah meninggal dunia,” pungkasnya. (wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Mobil Tarik Leasing Nasabah Bakar Diri

MEDAN, Waspada.co.id – Nasabah Kantor Mandiri Tunas Finance yang berada di Jalan Ringroad Pasar II, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: