_
Home / Medan / PW Muhammadiyah Minta Pemerintah Selesaikan Konflik Tanjungbalai
WOL Photo/Lihavez

PW Muhammadiyah Minta Pemerintah Selesaikan Konflik Tanjungbalai

MEDAN, WOL – PW Muhammadiyah Sumatera Utara, meminta pemerintah menyelesaikan kasus kerusuhan di Tanjungbalai dengan UU Penyelesaian Konflik dan harus mengusut tuntas agar kerusuhan tidak terjadi kembali.

Permintaan penyelesaian masalah kerusuhan di Tanjungbalai disampaikan langsung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut, Abdullah Hakim Siagian, saat menggelar konferensi pers di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Sisingamangaraja, Senin (1/8).

“Saya berharap kepada negara agar mengusut tuntas tragedi di Tanjungbalai dan untuk menyelesaikan dengan UU penyelesaian konflik, agar bisa terungkap dan tuntas sampai ke akar-akarnya. Selain itu, kasus kerusuhan jangan sampai ada berdampak ke daerah-daerah lain,” terang Abdullah.

Diungkapkan Abdullah, PW Muhammadiyah akan memantau kondisi di Kota Tanjungbalai, pasca kerusuhan dan jika tak terselesaikan akan membuat aksi dengan bergabung dengan elemen-elemen organisasi lainnya.

“Kita bersama-sama akan memantau perkembangan tragedi di Tanjungbalai dan berharap agar pemerintah menuntaskan dan jika tidak tuntas kita akan melakukan aksi bergabung dengan elemen-elemen yang lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Polda Sumut sudah menahan 12 tersangka kasus kerusuhan yang mengakibatkan pengerusakan dan pembakaran vihara dan klenteng di Tanjungbalai.

“Hingga hari ini sudah ditetapkan 12 tersangka kerusuhan Tanjungbalai. Mereka terlibat aksi penjara dan pembakaran vihara dan klenteng,” terang Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting.

Adapun Identitas tersangka kasus penjarahan, yakni M. Aldi Rizki Panjaitan (16) pelajar SMK warga Jalan Juanda, Andika (21) M. Iqbal Lubis (17). Ketiganya melakukan pencurian velg mobil dan radio di depan SMP 10.

Kemudian, Aldi Al Arif Munthe (18) warga Sei Dua RM H DELEN, terlibat kasus pencurian di Selat Lancang. Fikri Pirman (16) warga Jalan Rambutan, Azri Puswari (18) warga Jalan Pepaya, M. Rasid Manurung (17) warga Jalan Rambutan. Ketiganya melakukan pencurian tabung gas warna biru di tempat ibadah daerah Selat Lancang dan Muhammad Faizal (21) warga Jalan Sudirman KM 1, Kecamatan Tanjungbalai Selatan ditangkap mencuri alat pertukangan berupa bor listrik.

Sedangkan tersangka yang diamankan melakukan aksi pengerusakan, yakni Muhammad Hidayat (19) warga Jalan MT Haryono, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Herman Ramadhan alias Ade Willi Ferdinan (27) warga Pasar Baru, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sei Tualang Raso, Zulkifli Panjaitan alias Jul (17) warga Jalan MT Haryono dan Abdul Rizal alias Aseng (27) warga Pasar Baru Kecamatan Sei Tualang Raso.

“Untuk saat ini kondisi pasca kerusuhan di Tanjungbalai sudah kembali kondusif. Walaupun begitu para tim gabungan dari TNI Polri masih melakukan pengamanan di seputaran lokasi kerusuhan,” terang Rina.

Diungkapkan Rina, police line yang di 15 TKP pengerusakan telah dibuka dan telah dilaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan Vihara Tri Ratna yang dilakukan oleh personel Polri, TNI, Dinas Kebersihan, Pemadam Kebakaran, warga sekitar dan jemaah Vihara Tri Ratna. Kegiatan pembersihan tersebut dihadiri FKPD yang dipimpin oleh Wali Kota Tanjungbalai.

“Perkembangan proses penegakan hukum oleh Penyidik Satreskrim Polres Tanjungbalai, hingga saat ini sudah memeriksa 39 orang saksi yang dimintai keterangan. Selain itu, telah ditetapkan 12 orang tersangka yang terdiri dari 8 orang tersangka terkait kasus penjarahan dan 4 orang terkait kasus pengerusakan,” pungkasnya.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Angka KDRT Tinggi, Pertamina Bangun Rumah Aman P2TP2A

MEDAN, Waspada.co.id – Pada tahun 2018, Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mendokumentasikan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.