_
Home / Fokus Redaksi / Pria Pengangguran Bacok Satu Keluarga
WOL Photo

Pria Pengangguran Bacok Satu Keluarga

MEDAN, Waspada.co.id – Nekat membacok satu keluarga pria pengangguran ini, Sahrul Ahmad alias Alul (47) warga Jalan Titi Kuning Medan, akhirnya babak belur dihajar massa, Sabtu (23/3) sore.

Adapun identitas para korban bernama Ngatemi (58), kedua anaknya Mita (26) dan Riki (24) warga Jalan Pancing, Gang Hawa, Kecamatan Medan Tembung.

Informasi yang diperoleh Waspada Online, sebelumnya lokasi tampak sepi dan warga berada di rumahnya masing-masing. Tiba-tiba warga dikejutkan dengan teriakan histeris seorang wanita yang minta tolong. Seketika itu juga warga dan para pemuda berhamburan keluar rumah menuju asal teriakan itu.

Ternyata massa melihat Sahrul menenteng klewang berlumuran darah sedang berdiri di teras rumah Ngatemi. Di teras rumah juga dipenuhi darah. Massa yang geram langsung menangkap pelaku dan mengamankan klewang miliknya serta tas berisi 2 pisau dan gergaji.

Kemudian warga yang lainnya membawa Ngatemi yang terkena bacokan di kepala, leher, dan kaki. Sementara Mita kena bacokan di tangan serta Riki megalami luka bacokan di tangan dan kaki dibawa ke RS Haji guna mendapat perawatan medis.

Tanpa ada yang mengomandoi, massa mengikat kedua tangan pelaku dan kemudian menghakiminya hingga babak belur. Beruntung nyawa pelaku terselamatkan setelah petugas Polsek Percut Seituan tiba di lokasi. Selanjutnya pelaku berikut barang bukti senjata tajam diboyong ke Mako guna menjalani pemeriksaan intensif.

Keponakan Ngatemi, Fitri (29), mengungkapkan korban saat itu sedang mengaji di rumahnya yang letaknya berdampingan. Tiba-tiba Fitri melihat pelaku datang melalui pagar rumahnya yang tak terkunci.

“Saya langsung mengunci pintu depan rumah. Tetapi pelaku bisa membukanya karena memiliki duplikat kunci. Pelaku kemudian masuk ke dalam rumah dan membacok korban secara membabi buta. Mita juga dibacok pelaku. Saya yang ketakutan langsung masuk ke dalam kamar. Di saat bersamaan pelaku melihat kakak saya, Dina (36). Namun kakak saya langsung kabur ke sebelah kamar sembari berteriak minta tolong,” ungkapnya.

“Tak lama berselang massa datang dan menangkap pelaku lalu menghakiminya. Sepeda motor Yamaha Vega ZR milik pelaku yang disembunyikan di Pos Ronda juga ditemukan. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit, sedangkan pelaku diboyong polisi ke kantor polisi,” ujarnya.

Sementara itu, Dina mengaku jika pelaku itu mantan suaminya, dan ia merupakan istri ketiga. Dikatakannya, ia dinikahi pelaku sejak 2015 lalu. Karena pelaku sering ringan tangan dan marah-marah tak jelas, akhirnya keduanya memilih berpisah.

“Dulu kami tinggal di Gang Hawa, dan saya tidak banyak menuntut apapun walaupun pelaku pengangguran. Pelaku sering ringan tangan juga marah-marah. Justru pelaku yang menalak (menceraikan-red) saya. Saat pelaku meninggalkan rumah, sepeda motor saya dibawanya dan tidak saya persoalkan,” katanya.

Sekitar 1 tahun lalu Dina menikah lagi. Sejak mengetahui ia menikah, pelaku kerap menerornya dan mengancam akan mengincar suaminya.

“Pelaku tidak terima karena saya menikah lagi dan mengincar saya serta suami. Ancam itu sudah dibuktikannya waktu Rabu kemarin datang. Dan hari ini pelaku membacok keluarga. Saya sangat berharap pelaku dihukum seberat-beratnya,” harapnya.

Kapolsek Percut Seituan, Kompol Faidil Zikri, mengatakan jika anggotanya sudah mengecek kondisi korban di rumah sakit.

“Keluarga korban sudah membuat laporan. Untuk pelaku masih kita periksa intensif” pungkasnya.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

2 Maling Spesialis Jok Sepeda Motor Nyaris Dihakimi Warga

MEDAN, Waspada.co.id – Dua maling spesialis bobol jok sepeda motor nyaris dihakimi warga setelah aksinya ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.