Home / Medan / PPDB Online Bentuk Rasa Keadilan Bagi Orang Tua Siswa
Ilustrasi (WOL Photo)

PPDB Online Bentuk Rasa Keadilan Bagi Orang Tua Siswa

MEDAN, Waspada.co.id – Kepala SMA Negeri 2 Medan, Buang Agus mengatakan, sejumlah orang tua siswa setuju dalam ketentuan PPDB tahun 2018 ini, karena pelaksanaannya juga memberikan rasa keadilan yang cukup bai bagi murid dan tidak ada pilih kasih atau membeda-bedakan yang satu dengan yang lainnya.

Selain itu, menurut dia, para orang tua siswa tersebut telah memahami secara luas dan transparan mengenai ketentuan PPDB yang diberlakukan oleh pemangku kepentingan, yakni Menteri Pendidikan Kebudayaan (Mendikbud).

“Apa yang telah dilakukan oleh pemerintah tersebut, tidak lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dan mencerdaskan kehidupan rakyat, serta ke depan semakin lebih cerdas dan semakin maju,” ujarnya, belum lama ini.

Ia menyebutkan, penetapan zonasi untuk jenjang SMA ditentukan berdasarkan jarak tempat tinggal ke sekolah dan harus dibuktikan dengan kartu keluarga orang tua calon siswa tersebut.

Seleksi PPDB itu, juga melalui pemeringkatan skor yang dimiliki calon siswa SMA dari nilai terbesar sampai dengan terkecil hingga batas kuota.

Jumlah siswa SMA Negeri 2 Medan yang diterima berdasarkan seleksi PPDB Tahun 2018, sebanyak 432 orang.Sedangkan jumlah seluruh siswa klas I,II dan III tercatat sebanyak 1.033 orang.

“Jadi, penerimaan siswa baru tersebut, telah sesai dengan mekanisme yang berlaku, yakni melalui PPDB Tahun 2018, dan tidak ada pelanggaran,” kata mantan Humas SMA Negeri 1 Medan itu.

Agus menjelaskan, tidak ada titip- menitip, pungutan liar (pungli) maupun praktik jual beli kursi di lingkungan sekolah negeri itu, karena perbuatan tersebut dapat dipidana, karena melanggar hukum.

Dalam pelaksnaan PPDB itu, tidak dibenarkan memungut materi dan mengeluarkan biaya, dan jika ketahuan oknum guru ada yang coba-coba bermain akan diambil tindakan tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Begitu juga, jika ada ditemui Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) palsu dan fiktif, juga akan diberikan sanksi dan siswa tersebut akan dikeluarkan atau “dicoret” dari SMA Negeri 2 Medan.

“Kita akan berusaha menertibkan praktik-praktik yang tidak terpuji di lingkungan sekolah tersebut, dan telah merugikan pendidikan.Siswa yang tidak mendaftar pada PPDB Tahun 2017, tak akan terulang lagi pada PPDB Tahun 2018 ini,” kata Kepala SMA Negeri 2 Medan. (ags/ant/data2)

Check Also

Mendikbud: Semua Sekolah Harus Favorit, Tak Boleh Ada ‘Buangan’

PADANG, Waspada.co.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengakui saat ini masih ada beberapa ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: