_
Home / Medan / Polsek Patumbak Diminta Keluarga Bebaskan Pengedar Sabu
WOL Photo

Polsek Patumbak Diminta Keluarga Bebaskan Pengedar Sabu

MEDAN,WOL  – Yusnita Boru Sihombing alias Nita (30), ibu rumah tangga (IRT) pengedar sabu-sabu yang ditangkap petugas Polsek Patumbak di Desa Marindal 1, Kecamatan Patumbak, seperti tak akan bisa menghirup udara bebas dalam waktu dekat ini.

Selama beberapa hari penahanan Anita, terdengar kabar akan ada “main mata” pihak keluarga dengan petugas kepolisian untuk membebaskan Anita. Namun berita tersebut langsung dibantah Kapolsek.

Pasalnya terlihat abang kandung Nita, berinisial Sah, mondar-mandir di Mako Polsek Patumbak ditemani beberapa orang. Diduga kuat, kedatangan Sah, untuk mengupayakan pembebasan adiknya dari jeratan hukum

Kapolsek Patumbak, AKP Wilson Bugner Pasaribu Sik yang didampingi Kanit Reskrim, Iptu Fery Kusnadi SH, ketika diwawancarai terkait pembebasan Nita, dia mengaku tidak akan membebaskan Nita.

“Nita kita atensi. Dia akan kami kirim ke LP Lubuk Pakam. Dia wajib di sidangkan. Kalau kasus kriminal seperti 3C, 363, 365, Begal, terutama kasus narkoba, pasti kita tindak lanjuti sesuai UU RI No. 35, tahun 2009. Nita dijerat pasal 114, yo 112, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” tegasnya Kapolsek.

Lanjutnya, dengan kasus Nita pihak Kepolisian Patumbak tidak akan main-main dengan kasus narkotika. Karena hal ini merupakan penyakit yang menular dan merusak orang banyak.”Dia adalah perusak generasi penerus bangsa,” katanya.

Sebelumnya, ibu dua anak ini ditangkap saat melintas di Jalan Sungai Tenang, Dusun X, Desa Marindal 1, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang. Dari IRT ini, Polisi berhasil mengamankan tersangka dan satu paket sabu-sabu yang akan diedarkannya di wilayah Desa Lantasan Lama dan Patumbak ll, Kecamatan Patumbak. Diduga ia disuruh suaminya untuk belanja sabu tersebut.

Selanjutnya ibu yang telah memiliki dua putra ini diboyong ke Mako Polsek Patumbak pada Sabtu lalu (3/10) bersama Barang Bukti (BB), guna proses hukum lebih lanjut.

Namun saat diperiksa petugas Kepolisian Patumbak, Anita terkesan berbelit-belit, dan berusaha keras membela suaminya, Arianto Sitorus alias Degal (37), dengan mengatakan bahwa Degal merantau di Jambi sudah enam bulan lalu.

Selama suaminya merantau dan bekerja sebagai penderes getah rambung, dirinya tidak pernah dikirimi uang belanja, terkecuali hanya sekali sebesar Rp 500 ribu. Selain itu, Anita mengaku tidak kenal dengan Bandar (BD) sabu yang dia beli.

“Saya tidak ada disuruh suami saya belanja sabu. Karena suami saya ada di Jambi merantau. Jadi semenjak suamiku merantau, saya kesulitan ekonomi, karena saya ada meminjam uang dari bank untuk menutupi kebutuhan setiap hari,” kilah Anita.

Bahkan Anita sebelumnya nuha sempat merasa yakin untuk segera bebas dari sel tahanan. “Saya tidak mau dikunjungi ibu saya maupun abang, kakak maupun keluarga saya lainya. Biar saja saya dikirim ke penjara. Paling lama 10 hari saya di penjara, sudah bisa pulang kembali ke rumah. Jadi tak perlu saya dijenguk atau diurus di polisi”, katanya kepada tetangganya yang menjenguknya di tahanan Polsek Patumbak, Rabu (7/10) lalu.(wol/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

适适

Check Also

Selundupkan 3 Kilogram Shabu di Sepatu, Eks Politikus Jepang Dipenjarakan Pengadilan China

GUANGZHOU, Waspada.co.id – Pengadilan Menengah Guangzhou, China, menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada seorang mantan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.