_
Home / Medan / Polrestabes Tetapkan 2 Tersangka Bentrok Mahasiswa dan Satpam USU
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Febriansyah. (foto: ist)

Polrestabes Tetapkan 2 Tersangka Bentrok Mahasiswa dan Satpam USU

MEDAN, WOL – Setelah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi, pasca bentrok antara sejumlah mahasiswa dengan security kampus USU, Sat Reskrim Polrestabes Medan menetapkan seorang anggota satpam dan mahasiswa sebagai tersangka.

“Setelah memeriksa lima saksi, penyidik sudah menetapkan dua orang sebagai tersangkanya, seorang diantaranya anggota satpam sudah ditahan,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Febriansah, Selasa (31/10).

Dijelaskan, kedua tersangka masing-masing oknum satpam dan seorang mahasiswa. Meskipun kedua pihak sama-sama membuat laporan pengaduan (split) namun bukan berarti tidak ada yang bisa ditahan, apalagi kasusnya berbeda, meski ada kaitannya dengan bentrokan tersebut. Selain itu kasus tersebut ditangani pihaknya dan laporan pengaduan yang ada di Polsek Medan Baru sudah diambil alih penyidikannya oleh penyidik Polrestabes Medan.

“Oknum satpam sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan, sedangkan oknum mahasiswa yang masih dalam perawatan di rumah sakit juga ditetapkan sebagai tersangka dan akan segera ditahan,” jelas Kasat Reskrim, seraya menambahkan bahwa kasus bentrok antar mahasiswa dengan pihak sekuriti tersebut tetap diselesaikan lewat proses hukum.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tindakan represif Satpam Kampus Universitas Sumatera Utara (USU) diduga memicu ‘bentrok’ dengan puluhan mahasiswa, Jumat (20/10) lalu.

Kericuhan terjadi di dalam areal kampus Jalan Dr Mansyur Medan, hingga pagi kemarin mahasiswa masih memblokade pintu masuk, sebelum akhirnya dibubarkan polisi.

Informasi dihimpun wartawan, kericuhan pecah setelah salah seorang mahasiswa bernama Immanuel Silaban sekarat setelah dihajar oleh satpam kampus USU, Kamis (19/10). Belum diketahui motif penganiayaan dan pengeroyokan terhadap korban, namun diduga kekerasan ini terjadi lantaran satpam melarang mahasiswa di kampus untuk stay hingga larut malam.

Akibat penganiayaan ini, korban mengalami luka serius di sekujur tubuhnya. Setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara korban lalu dirujuk oleh dokter ke RS Columbia. Tak ayal, rekan korban yang mendapat informasi ini langsung melayangkan protes keras ke pihak kampus.(wol/lvz)

适适

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Bertemu Kepala BNPT, Mahfud MD Tukar Informasi Seputar Terorisme hingga Radikalisme

JAKARTA, Waspada.co.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menerima ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.