Breaking News
Home / Medan / Polisi Ungkap Sindikat Pengedar Uang Palsu
WOL Photo
WOL Photo

Polisi Ungkap Sindikat Pengedar Uang Palsu

MEDAN, WOL – Tim Unit Reskrim Polsek Medan Kota berhasil mengungkap sindikat pencetak sekaligus pengedar uang palsu (upal) dalam penyergapan di lantai 2 Pajak Petisah, Jalan Petisah, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Jumat (25/8).

Dua tersangka pengedar upal yang diamankan yakni, Syafruddin Syukri Daulay (49), warga Jalan Sungai Serindan Dusun V, Desa Serindan, Kecamatan Sei Kepayang Barat, Kabupaten Asahan, Anton alias Aan (36), warga Jalan Cempaka Lingkungan III, Kelurahan Tanjung Balai Utara, Kota Tanjung Balai dan seorang pencetak, Meilandi Munthe (37), warga Jalan Delima Perumnas Mawar V, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar Kota, Tanjung Balai, berhasil ditangkap.

“Sindikat pengedar upal ini terungkap dalam sebuah transaksi setelah menindaklanjuti informasi masyarakat,” terang Kapolsek Medan Kota, Kompol Martuasah H Tobing, didampingi Kanit Reskrim, Iptu Budiman Simanjuntak, Senin (28/8).

Dijelaskan, awalnya pihak Polsek Medan Kota menerima informasi adanya dua pria menjual upal sejumlah Rp50 juta pecahan Rp50.000 dan Rp100.000, seharga Rp6 juta uang asli. Petugas langsung melakukan transaksi di lantai 2 Pajak Petisah.

Setelah itu, petugas melakukan pengembangan terhadap tersangka Meilandi Munthe, dan berhasil ditangkap di kediamannya, Sabtu (26/8) pukul 10.00 WIB.

“Upal senilai Rp50 juta dijual dengan harga Rp6 juta uang asli,” tutur Martuasah.

Sementara, tersangka mengaku telah mengedarkan upal tersebut senilai Rp15 juta, dalam dua kali pengeluaran. Tapi, upal tersebut digunakan untuk transaksi atau membeli narkoba jenis sabu-sabu.

“Yang pertama Rp5 juta dan yang kedua Rp10 juta. Tapi uang palsu itu dilarikan, belum sempat ditukar dengan sabu,” aku tersangka.

Dari pengungkapan itu disita barang bukti 1 unit laptop, 1 printer, 1 lembar kertas pencetak uang, kertas HVS putih, upal pecahan 100.000 sebanyak 300 lembar, upal pecahan Rp50.000 sejumlah 400 lembar, kantongan plastik dan 1 tas sandang.

Tersangka dijerat Pasal 26 ayat (2), (3) Jo Pasal 27 ayat (2), (3) Subs Pasal 36 ayat (2), (3) dari UU RI No 7 tahun 2011 tentang Mata Uang.

Martuasah mengimbau, masyarakat untuk lebih hati-hati dalam melakukan transaksi keuangan. Jika menemukan keanehan dengan fisik uang, segera laporkan ke pihak berwajib.

“Kalau pengakuan tersangka masih sekali, tapi kita tidak yakin. Kasusnya masih kita dalami. Kita juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap peredaran uang palsu,” pungkas Martuasah.(wol/roy/data1)

Editor: AGUS UTAMA

Check Also

WOL Photo/lihavez

Anak Durhaka Siksa Ibu Kandung Demi Sabu

MEDAN, WOL – Desi (29) warga Tembung, Pasar VIII, Kecamatan Percut Seituan, terpaksa diamankan personil ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.