Home / Fokus Redaksi / Polisi Tembak Mati Terduga Pelaku Penggelapan Uang Rp 6 Miliar
Ilustrasi WOL
Ilustrasi WOL

Polisi Tembak Mati Terduga Pelaku Penggelapan Uang Rp 6 Miliar

MEDAN, WOL –  Sat Reskrim Polrestabes Medan menembak mati CH yang diduga terlibat dalam kasus hilangnya Rp6 miliar uang kas BRI Cabang Putri Hijau Medan pada Oktober 2017.

“Tewasnya tersangka karena berusaha merebut senjata petugas, jenazahnya sudah dilakukan otopsi di RS tadi pagi,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Medan Putu Yudha, Minggu (14/1).

Selain menangkap Ridho, petugas juga meringkus tersangka Nanda dan Hendra yang turut terlibat dalam kasus hilang uang bernilai jutaan rupiah tersebut. Namun sayang ketika disinggung mengenai keterlibatan Ridho, Putu enggan memberikan komentar.

Diketahui, kasus ini terjadi pada Kamis (13/10) tahun 2017 lalu. Kedua pelaku BN dan H ditugaskan mengambil tambahan kas ke Bank Indonesia Sumut dengan menggunakan mobil dinas Xenia hitam bernomor polisi BK 1602 EB.

Saat itu, kedua orang pelaku mengambil uang sebesar Rp63 miliar untuk dibagikan kepada tiga vendor. Namun, sebelum uang kas Rp63 miliar diserahkan ketiga vendor, pelaku mengambil uang sebanyak Rp6 miliar. Pelaku berdalih, Kacab Putri Hijau butuh uang senilai Rp6 miliar. Padahal, seharusnya uang diserahkan sepenuhnya.

Terungkapnya peristiwa ini, ketika koordinator vendor kantor wilayah menelepon Asisten Manager Operasional (AMO) Kacab BRI Putri Hijau yang mengatur kas. Saat itu, koordinator vendor mengonfirmasi pengambilan Rp6 miliar oleh Kacab Putri Hijau.

Namun, hal itu tidak diamini AMO Kacab Putri Hijau. Ia menyebutkan tidak ada pengambilan uang senilai Rp6 miliar. Saat mengetahui uang kas tersebut dibawa kabur, pihak BRI Putri Hijau langsung melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Medan.

Sementara, BRI Cabang Medan Putri Hijau menyebut bahwa oknum pegawai itu menyalahgunakan kewenangan.

“Oknum pegawai berinisial BN merupakan orang yang diberikan kewenangan dalam pengambilan uang di Bank Indonesia Sumut. Namun, oknum itu menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan perusahaan,” ujar Kepala Departemen Legal BRI Kanwil Sumut, Andy Dwi.

Kata dia, hasil investigasi sementara ini oleh tim yang dibentuk, secara prosedur tidak ada kelalaian dan mutlak penyalagunaan kepecayaan atau kewenangan yang dilakukan oknum.

Menurutnya, prosedur atau SOP dalam pengambilan uang di Bank Indonesia telah dilakukan. Mulai dari surat tugas dan kuasa hingga mengansuransikan uang.

Dibeberkannya, pelaku bukan baru bekerja sebagai pegawai, melainkan sudah diatas 5 tahun. Untuk sopir, sudah 11 tahun sedangkan pegawai TKK sekitar 6 tahun.

“Kinerja kedua pelaku selama bekerja normal-normal saja atau tidak ada hal aneh sedikit pun. Dengan kata lain, tidak ada penurunan kualitas kinerja atau permasalahan,” pungkasnya. (wol/lvz)

Editor: Agus Utama

Check Also

WOL Photo/Eko Kurniawan

Pegawai Honor Harus Punya Inovasi Bekerja

MEDAN, Waspada.co.id – Saat ini, masih banyak tenaga honor di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.