Home / Fokus Redaksi / Polisi Tembak 2 Tersangka dan DPO 4 Penganiaya Bripka Erick Tambunan
WOL Photo

Polisi Tembak 2 Tersangka dan DPO 4 Penganiaya Bripka Erick Tambunan

MEDAN, Waspada.co.id – Tim gabungan Polda Sumut, Polrestabes Medan, dan Polsek Medan Baru, memasukkan ke Daftar Pencarian Orang (DPO), empat tersangka penganiayaan terhadap Bripka Erick Tambunan.

“Dua tersangka sudah kita tembak dan amankan di Riau, Pekanbaru. Sementara empat orang lagi diburon dan sudah masuk DPO,” ujar Wadir Krimum Polda Sumut, AKBP Andre Setiawan didampingi Kasubdit III Ditkrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak, Senin (30/4).

Dikatakan, dua Minggu setelah kejadian pada Sabtu (28/4), dua tersangka diamankan di Air Molek, Pasir Penyu, Indragiri Hulu, Riau.

“Modus pelaku melakukan pengeroyokan terhadap Bripka Erick Tambunan karena sakit hati saat senggolan di tempat hiburan malam, New Zone. Sehingga saat korban (Erick) datang ke Kampung Kubur, langsung Ayub dan Ramki menganiaya,” ujarnya.

Wadir Krimum menjelaskan, korban dan tersangka awalnya tidak saling kenal. Tersangka (Ayub dan Ramki, red) hanya mengetahui nama inisial dari korban.

“Saat pengeroyokan terjadi, para tersangka tidak mengetahui kalau Erick merupakan anggota polisi,” tukas AKBP Andre Setiawan.

Mengenai modus tersangka sehingga terjadi pengeroyokan, orang nomor dua di Ditkrimum Polda Sumut ini menyatakan karena bersenggolan saja dan sakit hati.

“Ia mengaku karena hal itu, makanya enam tersangka dimana empat orang masih DPO langsung mengeroyok Bripka Erick Tambunan ketika mereka mengetahui kalau korban berada di Kampung Sejahtera (Kampung Kubur, red),” katanya.

Mengenai siapa dalang pengeroyokan Bripka Erick Tambunan, Wadirkrimum menyatakan dalangnya adalah tersangka Ayub.

“Saat melihat korban Erick di kampung sejahtera, Ayub langsung mengatakan ayo kita jumpai dia di bawah. Karena omongan Ayub, maka lima tersangka lainnya turun dan melakukan pemukulan secara bersama-sama,” ujarnya.

Ditambahkan, sudah melakukan pemeriksaan kepada teman perempuan Bripka Erick Tambunan yang menyuruh korban untuk datang ke kampung Sejahtera.

“Mereka (Erick dan Dina) hanya berteman. Jadi tidak ada modus si perempuan untuk menjebak,” ujar Andre seraya menyatakan Dina tidak ditahan karena tidak terlibat.

Sementara itu, masalah Bripka Erick Tambunan sering ke tempat hiburan malam, Andre menyatakan hal itu akan didalami sedangkan apakah korban pernah melakukan penangkapan terhadap keenam tersangka, Andre menyatakan tidak pernah korban menangkap tersangka.

“Atas perlakuannya, para tersangka dikenakan hukuman maksimal enam tahun penjara karena sudah melanggar Pasal 170 KUHPidana tentang kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan luka-luka,” pungkasnya.(wol/roy/data2)

Editor: AGUS UTAMA

Check Also

Dituding Pakai Narkoba, Bripka AL Sempat Ditangkap dan Tes Urine

MEDAN, Waspada.co.id – Dituding menggunakan narkoba, seorang anggota Reskrim Polsek Medan Area, Bripka AL sempat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: