_
Home / Medan / Polisi Harus Usut Pencemaran Danau Toba
Dosen Ilmu Sosial Budaya Dasar Fakultas Pertanian USU, Roy Fachraby Ginting.

Polisi Harus Usut Pencemaran Danau Toba

MEDAN, Waspada.co.id – Akademisi USU menilai pembuangan limbah ikan busuk di Danau Toba perbuatan tidak berbudaya. Sehingga Polri diminta harus segera mengusutnya dengan tuntas.

Hal itu berdasarkan beredarnya informasi di berbagai media adanya temuan limbah ikan busuk yang dimasukkan dalam goni plastik dan diselami dari dasar Danau Toba tepatnya di Sibalanja, Desa Sirungkungon, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Tobasa.

Dosen Ilmu Sosial Budaya Dasar Fakultas Pertanian USU, Roy Fachraby Ginting, mengatakan tindakan membuang limbah ikan busuk ini diduga dilakukan perusahaan merupakan tindakan pencemaran lingkungan yang sangat berat yang berdampak kepada kesehatan masyarakat serta dampak ekonomi kehidupan rakyat di sekitar danau tersebut.

“Kepolisian perlu bertindak cepat dan menuntaskan kasus ini agar tidak ada fitnah dan pelaku dan dalang kejahatan pencemaran lingkungan ini dapat segera terungkap ke permukaan. Dan beberapa kejadian yang selama ini terjadi di Danau Toba dengan matinya ikan ribuan ton milik masyarakat merugikan usaha keramba rakyat puluhan miliar dapat juga diketahui benang merahnya,” ungkapnya kepada Waspada Online di Medan, Kamis (31/1).

Roy berharap, kasus ini harus menjadi perhatian serius Bupati Tobasa dan Kapolres Tobasa. Kasus ini harus sampai ke meja hijau pengadilan dan harus tuntas agar ada efek jera serta menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tergabung dalam Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) yang telah melaporkan perusahaan Keramba Jaring Apung (KJA) yang mencemari Danau Toba ke Bareskrim Mabes Polri.

“Upaya hukum ini sangat baik di lakukan dan ditindaklanjuti dengan petisi kepada pemerintah, agar perusahaan pencemaran lingkungan di Danau Toba dapat ditindak tegas. Kita harus sangat peduli terhadap kelestarian Danau Toba dan agar selalu menyuarakan untuk menutup perusahaan dan usaha yang melakukan pencemaran lingkungan di Danau Toba,” tegasnya.

Roy Fachraby juga mengingatkan bahwa selama ini Tim Litigasi Yayasan Pencinta Danau Toba, telah melaporkan dua perusahaan besar pengelola KJA di Danau Toba, Sumatera Utara.

Yakni, PT Aquafarm Nusantara dan PT Suri Tani Pemuka. PT Suri Tani, anak perusahaan dari PT JAPFA juga bergerak di usaha sama, keramba jaring apung ikan tawar. Keduanya dianggap mencemari Danau Toba dengan membuang limbah pakan ternak ke danau hingga kualitas air danau makin buruk.

“Tim Litigasi Yayasan Pencinta Danau Toba telah melakukan pengkajian langsung kondisi air Danau Toba dan mengambil sampel air pada 22 titik serta menguji di Sucofindo sebagai lembaga independen untuk meneliti kualitas air di Danau Toba dan ditemukan pencemaran kualitas air danau,” ungkapnya.

Ditambahkan Roy, pemeriksaan laboratorium ini dilakukan antara lain analisa kimia, fisika, mikrobiologi. Untuk parameter fisika, dianalisis suhu, residu terlarut, dan residu tersuspensi katanya.

Dari hasil pemeriksaan, sambung Roy Fachraby, pemerintah perlu kembali memeriksa kualitas air Danau Toba yang telah melewati ambang batas air kualitas kelas satu.

Hal ini tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 dan Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 1 tahun 2009, menyatakan, pembudidayaan ikan air tawar di air kualitas kelas dua atau tiga.

“Untuk parameter kimia, dianalisis antara lain adalah Ph, COD, BOD, oksigen terlarut, pospat, nitrat, amoniak bebas, arsen, clorin bebas, kobal, barium, crom, tembaga, senyawa besi (Fe), Seng (Zn) timbal dan mangan dan pemerintah bersama UPT LIDA USU dapat melakukan penelitian dan pemeriksaan kembali atas mutu dan kwalitas air tersebut dalam tingkat pencemarannya,” pungkas Roy Ginting.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Pecahkan Rekor MURI, Ini Aksi Ribuan Penari Ahooi Nusantara

MEDAN, Waspada.co.id – Aksi ribuan penari Ahooi nusantara berhasil cetak sejarah dengan pecahkan rekor MURI, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.