Home / Medan / Polisi Gerebek Akademi Pelayaran Apindo Ilegal dan 4 Orang Diamankan
Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Wira Prayatna, kepada Waspada Online didampinya Wakapolsek dan Kanit Reskrim memperlihatkan barang bukti disaksikan tersangka Ketua Yayasan Aan Andika.(WOL. Photo/Gacok)

Polisi Gerebek Akademi Pelayaran Apindo Ilegal dan 4 Orang Diamankan

MEDAN, WOL – Tim Reskrim Polsek Medan Sunggal, tutup satu pintu ruko yang diperuntukkan Akademi P3TL Apindo, karena ilegal di Jalan Sei Mencirim, Pasar Rebu, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang.

Dalam peristiwa itu, Pemilik/Ketua Yayasan Aan Andika alias Aan (19) tamatan SMA penduduk Jalan Tengku Amir Hamzah, Gang Amal, Lingkungan V, Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara “gol” dan tiga dosen Akademi P3TL (Pendidikan Perwira Pelayaran Teransportasi Laut) Apindo yang menjadi korban diamankan untuk dilakukan pemeriksaan.

Sedangkan sembilan siswa yakni 8 taruna dan 1 taruni yang menjadi korban meneruskan kasus ini kepada pihak berwajib. Polisi selain menutup lokasi pendidikan ilegal juga menyita barang bukti, 32 lembar kwitansi pembayaran registrasi Adademi, 1 stempel lambang pelayaran, 1 buah baju Dinas Perhubungan, 9 stel pakaian dinas harian lengkap, 8 kursi belajar, 1 buah papan tulis whiteboard, 3 buku pelajaran, buku rekening Mandiri Syariah, dan buku rekening Mandiri Bratama.

Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Wira Prayatna SH SIK MH, kepada Waspada Online Jumat (9/2), mengatakan terkuaknya kasus ini berdasarkan adanya laporan polisi No: LP/58/K/II/2018/SPKT Sek Sunggal tanggal 06 Januari 2018 atas nama Rizki Ramadhan dalam kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Mantan Kapolsek Delitua ini, langsung menindaklanjuti dengan menurunkan timsusnya dipimpin Kanit Reskrim Iptu Budiman Simanjuntak SE SH.

Dengan menelusuri kejadian itu dan pada September 2017 saksi ada berteman dari Medsos Instragram dengan seorang tersangka Aan Andika, sehingga merekapun sering saling chat.

Saat itu tersangka ada menyebarkan brosur penerimaan Taruna Akademi Pelayaran Indonesia dengan program subsidi pemerintah sehingga saksipun ingin berminat dengan brosur yang disebarkan tersangka di Instagramnya.

Sehingga saksi menanyakan lebih kepada tersangka dan kemudian dia menyuruh saksi mencari taruna yang mau mendaftar dari putra daerah.

Kemudian saksi ada mengajak tujuh orang yang dari sekolah  SMK Pelayaran B  dan tiga orang dari SMA Umum, selanjutnya tersangka membuat administrasi berkas di SMK B dan tersangka meminta uang formulir Rp250.000 perorang.

Hasil lidik dengan cermat pemilik dibekuk dan tiga dosen asal Pulau Jawa diamankan untuk diambil keterangannya.

Sementara itu, Dwi Melati Putri alias Putri (17) penduduk Jalan Binjai Km 11,5 Desa Pujimulio, seorang taruni yang menjadi korban kepada Waspada Online, mengatakan masuk mendidik baru beberapa pekan saja karena sekolah itu baru.

Bahkan taruna dan taruni diimingi data fasilitas lengkap antara lain rumah dinas, mobil, makan 3 kali sehari dan ternyata nihil bahkan tiga dosen juga kena tipu dan makan pagi, siang dan malam pakai labu jipang dan daun ubi.

Timbul curiga dan tidak beres sewaktu pelantikan hanya dihadiri pemilik yayasan Aan Andika dan sementara yang lain tidak ada baik dari unsur pemerintahan.

Ketika ditanya berapa biaya setiap siswa yang keluar menjadi taruna dan taruni, Putri menyatakan habis uang Rp.3.500.50.000, tuturnya.(wol/gacok/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Kapoldasu: 2 Teroris Ditembak Mati, 7 Tabung Peledak Disita

TANJUNGBALAI, Waspada.co.id – Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, mengungkapkan dua teroris yang ditangkap di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: