Home / Medan / Poldasu Tunggu Petunjuk Jaksa Kasus Mafia Tanah
WOL Photo

Poldasu Tunggu Petunjuk Jaksa Kasus Mafia Tanah

MEDAN, Waspada.co.id – Penyidik Subdit II/Harda-Bangtah Ditreskrimum Poldasu melimpahkan berkas perkara mafia tanah dengan modus pemalsuan grand sultan yang melibatkan seorang pengacara dan yang mengaku keturunan Sultan Deli.

“Kita masih menunggu petunjuk jaksa, berkasnya sudah kita limpahkan,” kata Ditreskrimum Poldasu, Kombes Andi Rian, Selasa (12/2).

Dikatakan, pada pengiriman berkas pertama, pihak JPU mengembalikan untuk dilengkapi dan setelah semua petunjuk dilengkapi lalu kembali dikirim.

“Semua petunjuk jaksa sudah kita penuhi makanya kita kirim,” jelasnya.

Andi menyebutkan, dalam kasus pemalsuan grand sultan yang mengakibatkan terhambatnya pembangunan Jalan tol Medan-Binjai persisnya di Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, tersangkanya hanya empat orang.

Empat orang tersangka diantaranya seorang pengacara, tiga orang ditahan yakni, Afrizon SH selaku pengacara, Tengku Awaludin Taufiq dan Tengku Isywari. Sementara Tengku Azankhan tidak dilakukan penahanan karena menderita penyakit stroke.

“Kita telah menangkap empat tersangka yang diduga memalsukan grand sultan yang tanahnya terletak di Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecanatan Medan Deli,” jelasnya.

Sebelumnya, Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, menuturkan akibat dari perbuatan para tersangka sepanjang 800 meter lahan tidak bisa dibebaskan sehingga pembangunan jalan tol dari Medan ke Binjai tidak dapat dilanjutkan.

“Mudah-mudahan, setelah kasus ini terbongkar, pembangunan infrastruktur sebagaimana yang dicanangkan presiden RI, dapat segera dilanjutkan,” tuturnya.

Agus menambahkan modus para pelaku ialah dengan memalsukan foto copy dokumen grandsultan atas lahan tersebut. Selanjutnya, mereka meminta keterangan dari BPN yang kemudian memalsukan balasan surat BPN atas surat keterangan yang para tersangka kirim.

Lalu, surat balasan palsu itu mereka lampirkan pada dokumen yang dibuat sendiri yang seolah-olah surat balasan BPN yang mereka palsukan itu. Dan surat palsu itulah diajukan untuk melakukan gugatan perdata ke PN dengan ganti rugi sekitar Rp.250 milyar.

“Surat yang mereka foto copy itu ternyata tidak terdata di BPN. Selain itu, pelaku juga sama sekali tidak pernah melihat (dokumen asli grandsultan)nya,” pungkasnya.(wol/lvz/data1)
Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Dalam Tempo 12 Jam Polisi Bekuk Pembunuh Wanita di Binjai

MEDAN, Waspada.co.id – Dalam tempo 12 jam, Tim Gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Diteskrimum) Polda ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: